Namun kini ia sudah berhasil menemukan pola makan yang lebih sehat. Dengan pola tersebut, berat badannya berhasil turun dari semula 102 kg menjadi 85 kg. Salah satu pola makan andalannya adalah dengan rutin mengonsumsi tomat di pagi hari. Nah, berikut kisah lengkapnya:
Dulu saya punya kebiasaan yang buruk soal makan. Mulai dari makan besar dengan porsi besar sampai 7-8 kali, makan gorengan setiap hari, serta minum minuman manis setiap hari. Berat badan pun terus naik hingga melewati angka 100 kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari banyak kejadian di atas saya menyadari bahwa saya harus melakukan diet sehat, supaya saya mempunyai penampilan yang menarik dan jadi percaya diri. Berbagai metode diet saya pelajari dan saya pahami, tetapi saya memilih untuk diet karbo. Diimbangi dengan olahraga, ini menu diet saya selama program tersebut:
Pagi: bangun tidur minum air putih dengan perasan air jeruk nipis. Pukul 8 pagi saya konsumsi tomat sebanyak 6 buah (bisa tomat buah atau tomat sayur)
Siang: makan sayur urap-urap dan ikan (bisa tongkol, kakap, dorang, dll)
Sore dan malam: makan buah-buahan
Untuk olahraga, setiap pagi saya jalan cepat dan joging ringan selama satu jam. Setiap hari Selasa, saya main bulutangkis. Lalu hari Rabu, Sabtu dan Minggu, saya rutin berenang.
Selama menjalankan program ini, saya merasa jadi lebih bugar dan jarang sakit. Saya juga jadi lebih percaya diri dengan penampilan yang sekarang. Yang tak kalah penting, saya sekarang sudah tidak dijuluki 'jemblung lemu utuk-utuk' lagi oleh teman-teman di kantor. Sekian program diet yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat.
Baca juga: Andalkan Nasi Merah, Brasto Sukses Turunkan Berat Badan 7 Kg dalam 2 Bulan (ajg/vit)











































