Tak ingin terus-menerus seperti itu, ia pun kini mengganti menu sarapannya dengan buah-buahan. Benar saja, bobotnya turun menjadi 57 kg dalam waktu empat bulan. Berikut kisah lengkapnya, seperti ditulis detikHealth pada Rabu (11/1/2017):
Saya awalnya selalu makan mi instan, makanya berat badan saya jadi gampang naik. Saat SMA berat badan saya 55 kg, saat lulus naik terus. Karena saya tidak punya aktivitas yang bisa membakar kalori, tumpukan lemak saya semakin banyak dan bobot pun naik sampai mencapai 77 kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, pola diet yang saya pilih salah. Saya hanya minum segelas susu dan air putih, saya justru jadi sakit dan sempat dirawat di rumah sakit. Setelah saya berkonsultasi dan mengumpulkan informasi diet sehat, saya menemukan pola makan yang tepat untuk saya.
Di pagi hari, saya rutin minum air putih hangat tiga gelas dan makan buah pepaya atau pisang. Siangnya saya makan buah-buahan lagi, lalu pada malam harinya saya makan sayur rebus dan susu rendah lemak. Saya lakukan pola ini pada tiga hari pertama untuk detoksifikasi.
Mulai pada hari keempat, sarapan dan makan malam sama, tapi siang harinya saya makan biasa. Yang penting saya menghindari asupan santan, minyak, dan fast food.
Saya melakukan proses ini selama empat bulan. Saya juga mengonsumsi vitamin, karena saya meyakini vitamin penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Sekarang berat badan saya 57 kg dan rasa percya diri saya meningkat. Pada bulan Maret tahun ini saya akan mencoba mengikuti audisi abang none. Semoga sukses untuk kalian semua.
Baca juga: Andalkan Cemil-cemil Tomat, Bobot Rendra Sukses Turun 17 Kg!
(ajg/vit)











































