Sabtu, 30 Des 2017 11:17 WIB

Diet Experience

Jatuh Bangun Jalani Diet Ketofastosis, Berat Badan Sri Susut 45 Kg!

Sri Wulandari - detikHealth
Foto: dok: pribadi
Jakarta - Tidak mudah bagi Sri Wulandari untuk menjalani diet ketofastosis. Jatuh bangun melewati masa-masa sulit, sampai-sampai disangka sakit gula.

Orang-orang menyangka Sri sakit gula karena berat badannya turun dengan lumayan drastis. Kenyataannya, sejak menjalankan diet ini ia merasa jadi lebih sehat meski harus melalui fase-fase penyesuaian diri yang tidak selalu mudah.

Sri membagikan kisah suksesnya dalam menurunkan berat badan dari 104 kg menjadi 57 kg untuk pembaca detikHealth. Jangan lupa tinggalkan komentar jika menurutmu cerita Sri cukup inspiratif untuk diganjar voucher belanja dari detikcom.

Baca juga: Asep se-Dunia Siap Ikutan Rejeki Nama detikcom, Gabung Yuk!

Awal mula ketemu ketoFastosis, dikenalkan sama teman. Akhirnya saya kepoin tuh FB ketofastosis.... Dan saya niatkan memulai tanggal 28 Januari 2017.

Suka duka menjalani ketofastosis....

Dukanya saya suka dikira orang atau temen kalo saya sakit gula, karena perubahan yang sangat drastis... Padahal kenyataannya saya malah menghindari gula...

Sukanya kalo sekarang saya bisa gantian pake baju sama anak saya yang cewek kelas XI SMA... hehe.... ketambahan sejak keto, saya jadi kelihatan tampak lebih muda dari umur saya...

Sukanya lagi.... jadi nambah teman... karena banyak yang bertanya apa resep sehat dan langsingnya....

Apalagi baju nikah yang udah disimpan di lemari 17 tahun lamanya. sekarang muat lagi malah bisa dibilang sekarang mulai kendor sih. karena BB saya saat SMA 62 kg
suami saya, kakak saya, sepupu dan temen SMA dan orang2 yang rajin bertanya ke saya alhamdulillah banyak yang berhasil menjalani gaya hidup ini.

Membahas tentang HC (Healing Crisis). Sebenernya jatuh bangun juga sama HC. Namanya juga perubahan pola makan... Dari yang biasa makan karbo, ke makanan no karbo. Yaa pastilah tubuh di detoks.

Tapi jangan takut.. dengan ketofastosis, tubuh didetoks untuk dibersihkan dan disembuhkan dari segala macam penyakit...

HC saya pertama kali itu di saat 2 hari menjalani keto, mungkin bisa dibilang sedang adaptasi. Asam lambung dan vertigo dikeluarkan. Pengen nyerah? Oh tidak, karena niat saya untuk sehat lebih besar daripada HC yang sedang melanda.

Alhamdulillah tanpa obat, dan bimbingan founder KF, mas Agus Prasetyo HC saya terlewati.

HC kedua pada saat saya menjalani WF3 yang biasa disebut Water Fasting. Ga makan selama 72jam, hanya boleh minum. Setelah WF, tubuh saya dihajar lagi sama mata sakit, gigi snut2, batuk pilek. Luar biasa emang KF yaa. Membersihkan tubuh sampe ke dasar-dasar. Setelah itu tubuh jadi lebih berenergi dan pekerjaan pun jadi terselesaikan semua.

Cerita sedikit nih. Saya hobi masak, cuman sebelum KF saya takut jualan kue-kue sama masakan karena di keluarga ada riwayat kanker dan diabetes. Makanya saya sangat menghindari jualan itu, karena udh pasti kita ikut makan.

Tapi setelah KF sekarang saya tidak takut lagi menyalurkan hobi memasak saya. Alhamdulillah, pesanan pun sering datang baik itu kue-kue maupun masakan-masakan. Dan udah ga ada kekhawatiran lagi saya bakal kena kanker atau diabetes karena saya udah ga tergoda sama yang namanya karbo dan gula.

Hebatnya lagi, saya kan jualan air mineral galon sama gas 12 kg. Alhamdulillah setelah menjalankan ketofastosis, tidak pernah ada rasa capek.

Sekian dan terima kasih. Yang luar biasa itu mas Tyo selaku pendiri ketofastosis. Jadi semua orang menjadi sehat berkat penemuannya.

Baca juga: Bagikan Pengalaman Diet Sehat Kamu, Dapatkan Hadiah Voucher Belanja

(up/up)
News Feed