Rabu, 10 Jan 2018 14:18 WIB

Diet Experience

Rela Diet Habis-habisan Demi Lulus Tes Pull-up

Bobby Tanaya Gunawan - detikHealth
Foto: dok: Pribadi
Jakarta - Gairah muda yang sedang meledak-ledak adalah modal utama Bobby Tanaya Gunawan dalam mengejar impian. Walau akhirnya berubah pikiran, kerja kerasnya berbuah manis.

Semasa SMA, Bobby terpikir untuk mendaftar TNI atau polisi. Namun berat badannya yang masih berlebih menghalanginya untuk bisa lulus tes pull up. Kerja keras pun dimulai, diet ketat dan olahraga berat ia jalani demi mewujudkan impiannya.

Dalam perjalanan, remaja asal Surabaya ini berubah pikiran dan tidak membutuhkan tes pull up untuk menggapai impiannya lagi. Namun begitu, ia merasakan dampak positif dari gaya hidup sehat yang telah dijalaninya.

Selengkapnya, simak cerita Bobby menurunkan berat badan dari 70 kg ke 54 kg di bawah ini. Jangan lupa tinggalkan komentar jika menurutmu cerita ini cukup inspiratif untuk diganjar voucher belanja dari detikcom.

Baca juga: Masih Ada Waktu! Ceritakan Pengalaman Dietmu, Raih Voucher Jutaan Rupiah

Pada saat baru saja naik kelas 3 SMA, beban pelajaran yang semakin berat memaksa saya untuk belajar lebih giat dan tentunya membutuhkan banyak tenaga untuk berfikir. Ditambah lagi dengan diri yang tidak terlalu memperdulikan hubungan asmara, membuat saya juga tidak memperdulikan penampilan pada saat itu.

Dalam kurun waktu satu semester, entah berapa berat badan yang naik dari sebelumnya, namun ternyata tiba-tiba sudah mencapai angka 70kg. Berat badan tertinggi saya seumur hidup. Tak heran, sebab dengan latar belakang yang sudah saya sebutkan di atas, membuat saya makan terlalu banyak yakni 5-6 kali sehari (belum termasuk jajan).

Memang awalnya, saya tidak terlalu cemas dengan hal tersebut. Memasuki semester 2, teman-teman saya sudah mulai fokus Ujian Nasional hingga fokus mengejar cita-cita yaitu seperti mendaftar polisi atau TNI, dan saya, termasuk keduanya. Awal semester tersebut membuat saya rajin berlatih entah itu dari ajakan teman hingga kemauan sendiri.

Dalam proses latihan tersebut terdapat target hang harus dicapai agar bisa lolos untuk tes kesaptaan (lari, push up, pull-up, renang, dll). Salah satu yang dilatih setiap hari agar meningkat kemampuan adalah pull up. Pull-up dinilai paling berat di antara jenis-jenis tes yang lain dan target untuk bisa lolos tes adalah minimal harus bisa 6 pull-up.

Sialnya, pada saat saya pertama kali mencoba pull up, saya tidak bisa melakukan sekali pun. Saya bertanya-tanya kepada diri saya, apa yang membuat saya tidak bisa melakukan. Akhirnya, salah satu teman saya memberi tahu saya bahwa berat badan juga berpengaruh jika ingin target dari pull-up tersebut tercapai. Berawal dari itu, saya berusaha menurunkan berat badan saya yang awalnya 70 kg menjadi berapapun agar bisa mengejar target pull-up.

Tiap 3 kali seminggu saya berolahraga lari dan itu saya lakukan siang hari. Satu bulan berlalu, berat badan saya turun namun sedikit sekali dan tidak signifikan. Satu bulan hanya turun 3kg dan menurut saya ini sangat kurang karena pull-up saya yang saya latih setiap hari, hanya meningkat 2 pull-up.

Menanggapi hal tersebut, saya berselancar di google untuk mencari metode untuk menurunkan berat badan. Ya, akhirnya saya menvoba metode diet mengurangi kalori setiap hari yang saya asup hingga tidak memakan daging hewan apapun. Awalnya terasa berat sekali mengurangi kalori yang saya asup, bayangkanlah biasanya saya makan 5-6 kali sehari menjadi 2 kali sehari saja serta ditambah tidak memakan makanan favorit saya yaitu seafood.

Saya melewatkan sarapan nasi, dan saya ganti dengan pepaya atau pisang. Makan malam pun saya tidak melakukan dan 2 kali makan sehari tersebut saya lakukan waktu siang hari dan sore hari. Saya juga menghindari makanan yang digoreng. Menu saya sebisanya ada sayur dan lauk tahu dan tempe yang dikukus. Itu yang saya makan setiap harinya, anehnya, tidak ada rasa bosan mungkin karena ambisi saya untuk menjadi kurus hehehe.

Namun dari diet berat yang saya jalani, saya tetap menjaga kesehatan contohnya dengan tidak mengurangi asupan gula (menghindari penyakit kuning) karena diet ketat seperti ini rawan sekali penyakit kuning. Saya menjaga kesehatan karena saya sadar semester 2 kelas 3 SMA adalah dim ana tubuh kita harus terus sehat agar terus bisa belajar untuk mengejar prestasi akademik.

Uniknya, pada saat hari H ujian nasional, berturut-turut selama 4 hari, pagi hari sebelum berangkat ke sekolah untuk melaksanakan ujian nasional siang harinya, saya mampir dulu ke lapangan lari dengan rutin untuk berlari-lari. Hal itu merupakan pemacu semangat saya karena olahraga penting untuk meningkatkan daya ingat dan fokus kita. (tapi jangan ditiru yaa teman-teman saya banyak berkomentar saya cukup gila untuk hal ini).

Lalu, saya tidak pernah melewatkan sarapan walaupun itu dengan pegganti nasi yaitu buah. Sebulan lebih sepuluh hari berlalu, dengan olahraga lari rutin dan berlatih pull up serta tak lupa diet yang saya lakukan, berat badan saya turun dari 67kg menjadi 55kg ditambah saya bisa melakukan pull-up 9 kali (tenyata berat badan berpengaruh) dan ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi saya.

Berkali-kali saya berbagi pengalaman ini dengan teman-teman saya SMA dan Kuliah. sampai saat ini, saya masih menjaga berat badan dengan cara olahraga (walaupun tidak rutin) dan jarang sekali memakan daging hewan (mungkin terbiasa ya hehehe). Tempe, tahu ditambah telur menjadi asupan favorit saya hingga saat ini. Walaupun akhirnya pull-up yang utamanya untuk keperluan tes masuk guna menjadi aparatur negara dan akhirnya saya tidak jadi dan berubah pikiran pada saat setahun yang lalu diterima di perguruan tinggi favorit saya, namun pengalaman ini merubah saya untuk menjadi pribadi yang tak kenal lelah untuk bekerja keras dan konsisten dalam segala hal dan tak lupa juga, melatih saya untuk hidup sehat :-)

Terimakasih, semoga bermanfaat.



(up/up)
News Feed