Kolom Gizi

Gaduh Lagi soal 'Sugar Rush', Benarkah Asupan Gula Bikin Anak Hiperaktif?

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Selasa, 30 Des 2025 06:31 WIB
Asupan gula bikin anak hiperaktif, mitos atau fakta ya? Foto: Getty Images/iStockphoto/Marcia Nelsis
Jakarta -

Setiap kali anak terlihat lebih aktif, sulit diam, atau berlarian setelah mengonsumsi makanan dan minuman manis, gula kerap langsung disalahkan. Istilah sugar rush pun kembali muncul-fenomena yang diyakini membuat anak hiperaktif akibat lonjakan gula dalam tubuh.

Isu lama ini kembali ramai setelah dr Meta Hanindita, SpA, seorang dokter anak dan konsultan nutrisi, menyinggungnya dalam sebuah podcast. Dalam podcast tersebut, dr Meta menegaskan bahwa konsep 'sugar rush', yang mengaitkan gula dengan hiperaktivitas, adalah mitos.

Meski ditegaskan juga oleh dr Meta bahwa asupan gula berlebih punya dampak negatif, pernyataan soal sugar rush memantik lagi kontroversi yang sudah sejak lama jadi perdebatan di kalangan ahli. Pendapat bahwa gula punya pengaruh pada anak hiperaktif, muncul lagi dengan berbagai argumen pendukungnya.

Benarkah gula bisa memicu perilaku hiperaktif pada anak, dan apakah ada kaitannya dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), atau justru sugar rush hanyalah mitos yang terlanjur dipercaya banyak orang?

Apa Itu Sugar Rush?

Untuk memahami perdebatan ini, penting mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sugar rush. Istilah ini populer digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika anak tampak lebih aktif, gelisah, atau sulit diam setelah mengonsumsi makanan dan minuman manis. Dalam pemahaman awam, perilaku tersebut kerap dikaitkan dengan lonjakan kadar gula darah yang diyakini memberi "energi berlebih" secara tiba-tiba.

Namun, di balik popularitasnya, sugar rush bukan istilah medis resmi dan tidak tercantum dalam literatur diagnosis kesehatan anak. Istilah ini lebih banyak lahir dari pengalaman sehari-hari orang tua, terutama saat anak mengonsumsi makanan manis dalam situasi tertentu, seperti pesta ulang tahun atau acara keluarga yang penuh stimulasi.

Seiring waktu, anggapan ini pun mulai dipertanyakan, terutama ketika penelitian ilmiah mencoba menguji apakah perilaku tersebut benar-benar berasal dari efek biologis gula.



Simak Video "Video: 2028, Jerman Mau Terapkan Pajak Minuman Manis!"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork