Jebakan Kopi 'Jantan' Ilegal, Kandungan Obat Kuat Bikin Ginjal Sekarat

Kolom Gizi

Jebakan Kopi 'Jantan' Ilegal, Kandungan Obat Kuat Bikin Ginjal Sekarat

detikHealth
Jumat, 09 Jan 2026 06:35 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Jebakan Kopi Jantan Ilegal, Kandungan Obat Kuat Bikin Ginjal Sekarat
Kopi mengandung obat kuat bisa bikin ginjal sekarat. Foto: Getty Images/iStockphoto/rzoze19
Jakarta -

Dalam beberapa kesempatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap produk pangan ilegal yang membahayakan kesehatan. Salah satu yang kerap terungkap adalah kopi sachet dengan kandungan sildenafil sitrat, yang dikenal luas sebagai 'obat kuat'.

Sildenafil sitrat merupakan bahan aktif obat yang hanya diperuntukkan untuk kondisi medis seperti disfungsi ereksi dan penggunaannya harus melalui resep dokter. Produk tersebut disamarkan sebagai kopi khusus pria dewasa, kopi jantan, dan sejenisnya.

Tanpa perhitungan dosis yang tepat, obat ini dapat memicu gangguan kesehatan serius seperti gagal ginjal, gangguan jantung, hingga kematian. Risiko ini makin mengancam ketika dikemas sebagai produk minuman kopi karena tidak memiliki dosis yang jelas dan tidak berada dalam pengawasan medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Apa Itu Sildenafil Sitrat dan Cara Kerjanya di Tubuh?

Sildenafil sitrat merupakan senyawa obat yang termasuk dalam golongan inhibitor phosphodiesterase tipe 5 atau PDE5. Zat ini bekerja dengan meningkatkan proses pelebaran pembuluh darah pada area tertentu sehingga aliran darah ke organ tubuh menjadi lebih lancar. Mekanisme tersebut membantu mengatasi disfungsi ereksi pada pria dengan cara meningkatkan suplai darah ke jaringan yang membutuhkan.

Dalam dunia medis, sildenafil dikenal sebagai bahan aktif dalam obat Viagra dan juga digunakan untuk menangani hipertensi arteri pulmonal atau tekanan darah tinggi pada pembuluh darah paru. Dokter menggunakan obat ini dengan dosis yang terukur dan indikasi yang jelas karena efeknya bekerja langsung pada sistem pembuluh darah. Oleh sebab itu, penggunaan sildenafil hanya diperbolehkan melalui resep dan berada dalam pengawasan tenaga medis.

Mengapa Sildenafil Bisa Ada di Produk Kopi Sachet?

Produsen ilegal sengaja mencampurkan bahan obat ini ke kopi untuk memberi janji efek "perkasa", "tahan lama", atau "stamina maksimal". Produk kopi dipilih pasti ada alasan yang tersembunyi yaitu kopi adalah minuman yang banyak disukai di Indonesia dan termasuk minuman yang rutin dikonsumsi. Kemudian kandungan alami pada kopi yang bisa memberikan dorongan energi dan terasa lebih bertenaga sehingga selaras dengan sildenafil sitrat yang mengatasi disfungsi ereksi dengan melebarkan pembuluh darah.

Hal ini jelas melanggar hukum dan juga membahayakan konsumen karena:

  • Tidak ada takaran dosis medis yang tepat
  • Tidak ada pengawasan kesehatan
  • Konsumen tidak tahu berapa banyak batas aman dikonsumsi
  • Respons tubuh terhadap sildenafil berbeda-beda antar individu

BPOM pun menegaskan bahwa produk seperti ini tidak sesuai peruntukan pangan, dan mengandung bahan obat berbahaya yang seharusnya hanya dipakai di bawah pengawasan tenaga medis.

Dalam pengobatan disfungsi ereksi, dosis awal sildenafil berada di kisaran 25 sampai 50 mg per hari. Dosis maksimal yang direkomendasikan mencapai 100 mg dengan pengawasan dokter. Penelitian tentang dosis keamanan penggunaan sildenafil sitrat tercantum dalam uji klinis yang dipublikasikan di The International Journal of Clinical Practice tahun 2010.

Masalah utama pada kopi sachet ilegal adalah tidak diketahui dosis yang terkandung. Kondisi ini membuat konsumen berisiko mengalami overdosis fungsional. Tubuh menerima zat aktif dalam jumlah besar tanpa adaptasi bertahap dan tanpa pemantauan tekanan darah.

Dampak Konsumsi Sildenafil Tanpa Pengawasan Medis

Sildenafil mempengaruhi tekanan darah secara langsung dengan melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah sistemik. Ketika konsumsi tanpa indikasi medis dan tanpa pengawasan dokter, tubuh bisa mengalami perubahan sirkulasi secara mendadak. Kondisi ini dapat memicu keluhan seperti pusing berat, sakit kepala, pandangan kabur, dan kehilangan kesadaran singkat karena aliran darah ke otak menjadi tidak stabil.

Ginjal membutuhkan aliran darah yang stabil untuk mempertahankan fungsi filtrasi. Sildenafil menurunkan tekanan darah melalui pelebaran pembuluh darah sistemik. Saat tekanan darah turun terlalu cepat atau terlalu rendah, perfusi ginjal ikut menurun sehingga kemampuan ginjal menyaring darah melemah.

Studi klinis dalam jurnal Cureus tahun 2018 menunjukkan bahwa penurunan aliran darah ke ginjal dapat menurunkan laju filtrasi glomerulus. Akibatnya, sisa metabolisme tidak tersaring dengan baik dan mulai menumpuk di dalam tubuh.

Risiko ini lebih tinggi pada individu yang mengalami kekurangan cairan, kelelahan fisik, atau memiliki gangguan ginjal yang belum terdeteksi. Dalam kondisi tersebut, penurunan tekanan darah akibat sildenafil dapat melampaui kemampuan adaptasi ginjal dan memicu gagal ginjal akut.

Konsumsi sildenafil dosis tidak terukur dan berulang memperpanjang efek vasodilatasi dan meningkatkan risiko kerusakan sel tubular akibat kekurangan oksigen. Pada kopi sachet ilegal yang mengandung sildenafil sitrat, konsumsi berulang tanpa disadari membuat ginjal terpapar tekanan hemodinamik terus menerus sehingga risiko kerusakan ginjal meningkat.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Kata Hasil Studi Konsumsi Kafein Bisa Kurangi Kadar Lemak Tubuh"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)

Berita Terkait