Kolom Gizi

Viral Tren 'Blue Matcha', Benarkah Lebih Aman untuk Diabetes?

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Rabu, 21 Jan 2026 08:01 WIB
Blue Matcha. Foto: Getty Images/Sirintra_Pumsopa
Jakarta -

Matcha kini identik dengan gaya hidup sehat, terutama di kalangan generasi muda. Minuman ini populer di kalangan milenial hingga Gen Z sebagai alternatif kopi atau minuman manis, sekaligus mencerminkan gaya hidup yang dianggap lebih sehat dan sadar pilihan.

Normalnya, matcha merupakan minuman bubuk teh hijau yang tentunya berwarna hijau. Namun belakangan, muncul 'blue matcha' yang sesuai warnanya, berwarna kebiruan. Meski bukan benar-benar matcha, blue matcha juga kerap jadi pulihan bagi mereka yang ingin mengurangi gula, namun tetap ingin minuman yang estetik dan menenangkan.

Di balik tampilannya yang sehat dan label alami, muncul pertanyaan penting: apakah kedua jenis matcha ini benar-benar ramah untuk gula darah, terutama bagi orang dengan risiko diabetes, atau justru ada hal lain yang perlu diwaspadai dari cara kita menikmatinya?

Perbedaan Blue Matcha dengan Matcha yang Sebenarnya

Baik blue matcha maupun matcha yang sebenarnya sama-sama berbentuk bubuk dan disajikan sebagai minuman hangat atau dingin. Namun demikian, keduanya berasal dari bahan yang berbeda.

Matcha benearn yang berwarna hijau dibuat dari daun teh hijau yang diolah dan digiling halus, sehingga mengandung kafein serta katekin seperti epigallocatechin gallate (EGCG). Sejumlah kajian ilmiah, termasuk meta-analisis yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition serta ulasan di Molecular Nutrition & Food Research, menunjukkan bahwa katekin teh hijau dikaitkan dengan efek metabolik seperti peningkatan sensitivitas insulin dan pengendalian kadar glukosa darah, meski efeknya bersifat moderat dan sangat bergantung pada pola konsumsi secara keseluruhan.

Sementara itu, blue matcha tidak berasal dari daun teh, melainkan dari bunga telang yang dikeringkan. Minuman ini tidak mengandung kafein dan tidak memiliki katekin khas teh hijau.

Meski bunga telang (Clitoria ternatea) dikenal mengandung antioksidan, hingga kini bukti ilmiah yang secara langsung menunjukkan manfaat blue matcha terhadap pengendalian gula darah pada manusia masih terbatas dan belum sekuat bukti pada teh hijau. Terlebih, dalam praktik sehari-hari, blue matcha hampir selalu disajikan dengan tambahan gula atau sirup, sehingga kesan "lebih sehat" kerap lebih dipengaruhi oleh label dan tampilan, bukan dampak metaboliknya.



Simak Video "Video: Pengalaman Dea Ananda Alami Gerd Ketika Hamil"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork