Dokter Gizi: Kebanyakan Orang Indonesia Lebih Nyaman Karbo, Lupa Protein

Dokter Gizi: Kebanyakan Orang Indonesia Lebih Nyaman Karbo, Lupa Protein

detikHealth
Senin, 01 Jun 2026 07:03 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Raw chicken legs with salt, spices and herbs prepared for grilling
Protein. Foto: Getty Images/Dmytro Chernykov
Jakarta -

Protein merupakan bulding block yang dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel tubuh. Sayangnya, nutrisi ini sering terlupakan karena orang Indonesia tampaknya lebih suka karbohidrat.

"Orang Indonesia lebih banyak carbs (karbohidrat). Nyemil tuh pasti apa sih? Roti-rotian dengan carbs. Akhirnya karbo lagi," kata praktisi kesehatan dr Diana Felicia Suganda, M.Kes, SpGK.

"Kita orang Indonesia lebih comfort dengan karbo. Akhirnya kita melupakan protein," lanjutnya, dalam diskusi bersama Frisian Flag, Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Menurut dr Diana, protein ibarat batu bata untuk membangun sebuah gedung. Mulai dari pondasi hingga jadi sebuah bangunan, material tersebut selalu dibutuhkan.

Begitupun pada manusia, protein dibutuhkan sejak masih dalam kandungan. Begitupun saat dewasa, protein tetap dibutuhkan antara lain untuk membentuk sel-sel otot.

"Pas usia makin dewasa, kebutuhan protein juga akan disesuaikan," kata dr Diana.

Talkshow Frisian Flag bersama dr Diana Suganda, SpGKTalkshow Frisian Flag bersama dr Diana Suganda, SpGK. Foto: Aldrian/detikHealth




(mal/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads