Membuat jus sekaligus banyak untuk stok beberapa hari mungkin terasa lebih praktis. Setelah buah dan sayur diolah, minuman tinggal disimpan di kulkas dan bisa langsung diminum kapan saja tanpa perlu repot menyiapkan bahan dari awal.
Namun, apakah kandungan nutrisi dalam jus akan tetap sama setelah disimpan selama beberapa hari? Meski suhu dingin dapat membantu menjaga kesegaran minuman, lama penyimpanan ternyata tetap bisa memengaruhi kualitas jus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa Lama Nutrisi Jus Bisa Bertahan?
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heliyon berjudul 'Effect of Cold-Pressed and Normal Centrifugal Juicing on Quality Attributes of Fresh Juices: Do Cold-Pressed Juices Harbor a Superior Nutritional Quality and Antioxidant Capacity?' meneliti perubahan kualitas jus selama penyimpanan di kulkas.
Penelitian tersebut melibatkan beberapa jenis jus, yakni nanas, jambu biji, wortel, buah naga merah, dan buah naga putih. Hasilnya menunjukkan kandungan vitamin C, senyawa fenolik, karotenoid, serta kapasitas antioksidan pada jus yang disimpan pada suhu 4 derajat Celsius relatif stabil selama lima hari pertama penyimpanan.
Perubahan yang lebih jelas baru mulai terlihat setelahnya. Pada hari ke-6, sebagian besar parameter yang berkaitan dengan kualitas gizi menunjukkan tren penurunan dan mencapai nilai terendah pada hari ke-7 penyimpanan.
Temuan ini menunjukkan bahwa menyimpan jus di kulkas selama satu atau dua hari kemungkinan tidak akan menyebabkan perubahan besar pada kualitas gizinya. Namun, semakin lama disimpan, kandungan senyawa bioaktif di dalam jus berpotensi berkurang.
Kenapa Jus Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama?
Selain lama penyimpanan, suhu juga berpengaruh terhadap kualitas jus. Dalam penelitian yang sama, penyimpanan pada suhu ruang sekitar 28 derajat Celsius selama 48 jam menyebabkan penurunan kandungan vitamin C, senyawa fenolik, karotenoid, serta kapasitas antioksidan pada jus. Sebaliknya, perubahan tersebut tidak ditemukan pada jus yang disimpan di kulkas selama periode yang sama.
Peneliti menjelaskan bahwa senyawa bioaktif dalam jus dapat mengalami degradasi selama penyimpanan. Akibatnya, kandungan zat gizi dan kapasitas antioksidan minuman dapat menurun seiring waktu.
Karena itu, jika ingin membuat jus untuk stok, penyimpanan di kulkas menjadi pilihan yang lebih baik dibanding membiarkannya pada suhu ruang. Namun untuk mendapatkan kualitas gizi yang optimal, jus tetap sebaiknya dikonsumsi sesegera mungkin setelah dibuat.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)











































