Wajib Tahu, Ini Nutrisi Pengidap Hepatitis Menurut Dokter Gizi

Wajib Tahu, Ini Nutrisi Pengidap Hepatitis Menurut Dokter Gizi

detikHealth
Sabtu, 01 Agu 2026 11:03 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
The word Hepatitis is written on wooden blocks next to tablets on a blue background. Medical concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH
Jakarta -

Jumlah pengidap hepatitis di Indonesia masih tergolong tinggi. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah penderita hepatitis di Indonesia telah mencapai lebih dari 10 juta.

"Data yang saya lihat, penderita hepatitis itu sudah di atas 10 juta," kata Budi dalam Webinar Hari Hepatitis Sedunia Tahun 2026, Selasa (28/7/2026).

Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Selain pengobatan, pemenuhan nutrisi juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Hepatitis?

Hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang dapat mengganggu fungsi hati dalam mengolah zat gizi, menyimpan energi, membuang racun, hingga menghasilkan berbagai protein penting bagi tubuh. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus, meski juga dapat dipicu konsumsi alkohol berlebihan, efek samping obat, penyakit autoimun, maupun penumpukan lemak di hati.

Menurut WHO, hepatitis virus dibagi menjadi lima jenis utama, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.

ADVERTISEMENT

Hepatitis A dan hepatitis E umumnya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kedua jenis ini biasanya bersifat akut dan sebagian besar dapat sembuh dengan sendirinya, meski tetap berisiko menyebabkan gangguan hati yang berat pada kondisi tertentu.

Sementara itu, hepatitis B, hepatitis C, dan hepatitis D ditularkan melalui darah atau cairan tubuh, misalnya dari ibu ke bayi saat persalinan, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah yang tidak aman, maupun hubungan seksual tanpa pengaman. Hepatitis B dan C dapat berkembang menjadi infeksi kronis yang meningkatkan risiko sirosis hati hingga kanker hati apabila tidak ditangani dengan baik. Hepatitis D hanya dapat terjadi pada individu yang telah terinfeksi hepatitis B.

Pada tahap awal, hepatitis sering kali tidak menimbulkan gejala. Ketika keluhan muncul, gejalanya dapat berupa tubuh mudah lelah, mual, nafsu makan menurun, nyeri di perut kanan atas, urine berwarna gelap, hingga kulit dan bagian putih mata menguning.

Nutrisi yang Dibutuhkan Pengidap Hepatitis

Dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa perhatian utama saat hati mengalami peradangan akibat hepatitis bukan hanya pada minuman atau suplemen yang dikonsumsi, melainkan pada isi piring setiap hari.

"Kalau hati lagi meradang, makanan pertama yang saya pikirkan bukan jus detoks. Isi piring dengan protein seperti ikan, telur, ayam, tahu, atau tempe. Tambahkan karbohidrat kompleks, serta buah dan serat, seperti sayuran, setiap hari" jelas dr Yaze.

Berikut beberapa zat gizi yang penting diperhatikan pengidap hepatitis.

1. Protein Berkualitas Membantu Perbaikan Sel Hati

Protein dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan hati yang mengalami kerusakan sekaligus mempertahankan massa otot. Pengidap hepatitis justru tidak dianjurkan membatasi protein tanpa alasan medis yang jelas karena dapat meningkatkan risiko malnutrisi.

Sumber protein yang baik antara lain ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe, serta kacang-kacangan. Jumlah kebutuhan protein dapat berbeda pada setiap pengidap sehingga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi klinis dan anjuran dokter atau ahli gizi.

2. Karbohidrat Kompleks Menjadi Sumber Energi

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, kentang, ubi, atau roti gandum dapat menyediakan energi yang lebih stabil dibandingkan makanan tinggi gula sederhana.

Asupan energi yang cukup penting untuk mencegah tubuh menggunakan protein sebagai sumber energi sehingga protein tetap dapat dimanfaatkan untuk proses pemulihan jaringan hati.

3. Sayur dan Buah Kaya Vitamin serta Antioksidan

Sayuran dan buah mengandung vitamin, mineral, serta antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.

Pilihlah variasi sayur berwarna hijau, oranye, merah, maupun ungu, serta buah segar sebagai bagian dari menu harian. Konsumsi dalam jumlah yang cukup juga membantu memenuhi kebutuhan serat.

4. Serat Mendukung Kesehatan Pencernaan

Serat dari sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan membantu menjaga kesehatan saluran cerna serta mendukung keseimbangan mikrobiota usus. Kondisi pencernaan yang baik turut berkontribusi terhadap kesehatan hati melalui hubungan antara usus dan hati yang dikenal sebagai gut liver axis.

5. Cairan yang Cukup

Pengidap hepatitis juga perlu memenuhi kebutuhan cairan dengan air putih setiap hari agar fungsi metabolisme tubuh tetap berjalan optimal.

6. Makanan yang Sebaiknya Dibatasi

Pengidap hepatitis sebaiknya membatasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, seperti gorengan, makanan cepat saji, daging berlemak, kulit ayam, mentega, serta makanan olahan. Pola makan rendah lemak dapat membantu mengurangi beban kerja hati yang sedang mengalami peradangan. Meski demikian, tubuh tetap membutuhkan lemak sehat dalam jumlah yang cukup, misalnya dari ikan, alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.

Selain itu, batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula tambahan serta ultra-processed food karena jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan penumpukan lemak di hati. Pengidap hepatitis juga dianjurkan menghindari minuman beralkohol karena dapat mempercepat kerusakan sel hati dan meningkatkan risiko komplikasi.

Setiap pengidap hepatitis dapat memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, terutama bila telah mengalami sirosis atau gangguan fungsi hati yang berat. Oleh karena itu, pengaturan pola makan, termasuk pembatasan lemak, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing berdasarkan anjuran dokter dan ahli gizi.

Tiga Pesan Menkes dalam Percepat Penanganan Hepatitis

Dalam Webinar Hari Hepatitis Sedunia Tahun 2026, Menkes menyampaikan tiga langkah utama yang perlu dipercepat agar Indonesia dapat mengejar target eliminasi hepatitis yang ditetapkan WHO.

1. Meningkatkan Skrining Hepatitis Secara Agresif

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai skrining hepatitis harus diperluas agar lebih banyak kasus dapat ditemukan sejak dini.

"Jadi itu pesan saya, yang pertama dari sisi screening, harus kita tingkatkan secara agresif. Wajibkan, pastikan eksekusi yang di ANC itu di-screen, semua pasien-pasien HIV itu di-screen, dan CKG itu di-screen. Kita harus segera bisa meningkatkan double screening rate-nya kita, kalau bisa disamakan presentasinya dengan Thailand," kata Budi.

2. Mempermudah Akses Pengobatan di Puskesmas

Selain meningkatkan skrining, Menkes juga meminta agar layanan pengobatan hepatitis dapat diakses lebih dekat oleh masyarakat melalui puskesmas.

"Yang kedua, rezim pengobatannya, tata laksananya turunkan ke puskesmas. Dokter umum harus bisa memberikan obat-obatan ini, dan juga obat-obatannya harus tersedia di puskesmas, karena penderitanya ini yang sudah banyak sekali," ujar Menkes Budi.

3. Menekan Harga Obat Hepatitis

Langkah berikutnya adalah menekan harga obat hepatitis agar lebih terjangkau.

"Dan yang ketiga, saya ingin segera dapat laporan bagaimana kita bisa merenegosiasi harga obat hepatitis ini, sehingga jangan kita dua kali, tiga kali, enam kali lebih mahal dari rata-rata dunia," kata Menkes Budi.

Setelah menyampaikan tiga langkah tersebut, Budi mengingatkan bahwa Indonesia harus mengejar target eliminasi hepatitis yang ditetapkan WHO pada 2030, yakni menurunkan 90 persen infeksi baru, menurunkan 65 persen angka kematian, membuat 90 persen pengidap hepatitis terdiagnosis, serta memastikan 80 persen yang memenuhi syarat mendapatkan pengobatan.

Punya pertanyaan seputar nutrisi, diet, dan berat badan? Kirim lewat tautan ini, dan akan dijawab langsung oleh dokter gizi!

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: 90% Penderita Hepatitis Tak Sadar Tubuhnya Terinfeksi"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads