Benarkah Minum Susu pada Malam Hari Bisa Bikin Tidur Nyenyak?

Benarkah Minum Susu pada Malam Hari Bisa Bikin Tidur Nyenyak?

detikHealth
Selasa, 15 Sep 2026 20:45 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
young girl drinking milk at night
Minum susu malam hari bikin tidur nyenyak? Foto: Getty Images/yipengge
Jakarta -

Minum susu sebelum tidur sudah lama dipercaya dapat membuat tidur terasa lebih nyenyak.

Anggapan tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah. Sejumlah studi terbaru menunjukkan kandungan yang ada di dalam susu berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik.

Meski begitu, efeknya perlu dipahami dengan tepat. Susu bukan obat tidur yang membuat tubuh langsung terlelap setelah diminum. Ada sejumlah komponen dalam susu yang diduga berperan dalam proses pengaturan tidur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukti Manfaat Susu untuk Kualitas Tidur

Penelitian dalam Nutrition Journal pada 2026 menganalisis 29 studi ilmiah mengenai hubungan konsumsi produk susu dengan durasi dan kualitas tidur.

Hasil analisis menunjukkan konsumsi susu berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Konsumsi susu hingga sekitar dua porsi per hari juga dikaitkan dengan penurunan risiko kualitas tidur yang buruk.

ADVERTISEMENT

Gambaran tersebut menunjukkan susu berpotensi menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kualitas tidur. Namun, manfaatnya tidak berarti setiap orang yang minum susu sebelum tidur pasti langsung mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.

Salah satu komponen yang banyak dikaitkan dengan mekanisme tidur adalah triptofan. Asam amino ini menjadi prekursor serotonin dan melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun.

Susu juga mengandung protein dan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh. Kombinasi berbagai zat gizi tersebut menjadi salah satu alasan konsumsi produk susu dikaitkan dengan kualitas tidur.

Tidak Harus Minum Susu pada Malam Hari

Susu memang memiliki sejumlah kandungan yang berpotensi mendukung kualitas tidur. Namun, sampai saat ini belum ada bukti yang cukup untuk menetapkan jam tertentu sebagai waktu paling efektif untuk mengonsumsi susu agar mendapatkan manfaat tersebut.

Artinya, yang berpotensi membantu tidur menjadi lebih nyenyak adalah kandungan gizi di dalam susu, bukan semata-mata karena susu diminum pada waktu malam hari.

Kandungan seperti triptofan menjadi salah satu komponen yang diduga berperan karena asam amino tersebut merupakan prekursor serotonin dan melatonin yang berkaitan dengan pengaturan siklus tidur dan bangun. Protein susu dan sejumlah komponen bioaktif lainnya juga sedang banyak dikaji dalam kaitannya dengan kualitas tidur.

Karena itu, tidak perlu mengejar jam tertentu untuk mendapatkan manfaat dari susu. Konsumsi pada malam hari boleh menjadi bagian dari rutinitas sebelum tidur, tetapi belum ada dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa minum susu pada jam tertentu akan membuat efeknya terhadap tidur menjadi lebih kuat.

Setiap Produk Susu Punya Karakteristik dan Cara Konsumsi Berbeda

Temuan mengenai manfaat susu terhadap kualitas tidur perlu dipahami berdasarkan jenis produk yang dikonsumsi. Produk susu memiliki karakteristik, komposisi, fungsi, dan cara penyajian yang berbeda sehingga manfaat dari satu jenis produk tidak bisa langsung disamakan dengan produk lainnya.

Hal ini penting ketika produk susu yang tersedia di rumah hanya ada susu kental manis (SKM). Meski SKM masih memiliki kandungan susu, produk ini memiliki karakteristik dan peruntukan yang berbeda dari susu yang memang dikonsumsi sebagai minuman.

Karena itu, temuan mengenai konsumsi susu dan kualitas tidur tidak serta-merta menjadi anjuran untuk mengonsumsi SKM sebelum tidur. SKM tidak boleh diseduh langsung dengan air untuk dijadikan minuman susu. Produk ini digunakan sebagai pelengkap atau campuran makanan dan minuman.

Kandungan Susu dalam SKM Tetap Berpotensi Memberikan Manfaat

SKM masih mengandung komponen susu. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, SKM merupakan produk susu yang dibuat dari susu dan gula atau susu rekonstitusi dan gula dengan menghilangkan sebagian air hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.

Karakteristik dasarnya juga menetapkan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen.

Dengan adanya kandungan susu tersebut, SKM berpotensi memberikan komponen yang juga terdapat dalam susu dan berkaitan dengan kualitas tidur. Namun, potensi tersebut perlu dibedakan dengan bukti manfaat SKM secara khusus.

Temuan mengenai konsumsi susu dan produk susu terhadap kualitas tidur belum dapat langsung diartikan bahwa SKM sudah terbukti secara khusus membuat tidur lebih nyenyak.

Jadi, konsumsi SKM masih berkemungkinan memberikan manfaat dari komponen susunya, tetapi belum tepat menyebut SKM sebagai produk yang terbukti secara khusus memperbaiki kualitas tidur.

Rasa Manis Tetap Perlu Diperhitungkan

SKM memiliki rasa manis karena adanya gula yang ditambahkan dalam proses pembuatannya. Karena itu, jumlah penggunaannya tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari total asupan gula harian.

Kemenkes merekomendasikan batas konsumsi gula maksimal 50 gram per hari atau sekitar 4 sendok makan. Jumlah tersebut mencakup gula yang berasal dari berbagai makanan dan minuman dalam sehari.

Penggunaan SKM sebagai pelengkap makanan dan minuman perlu disesuaikan dengan kebutuhan, terutama ketika dalam satu hari sudah terdapat sumber gula tambahan lainnya.



(mal/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads