Kasus bayi 24 hari yang meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kebutuhan gizi bayi sesuai usia. Bayi itu sempat mengalami kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.
Dikutip dari detikJatim, bayi tersebut mulai dirawat di rumah sakit pada Jumat (9/10/2026). Informasi yang beredar menyebutkan bayi tersebut mengalami demam sebelum diduga diberikan telur mentah oleh neneknya dengan tujuan menurunkan demam.
Alena kemudian dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026), saat usianya 28 hari. Pihak rumah sakit membenarkan kabar tersebut.
Menanggapi kasus ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan pentingnya memberikan makanan sesuai usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, dan keamanan pangan bayi.
Bayi berusia 24 hari masih berada dalam periode neonatal. Pada usia ini, pemberian makanan selain asupan yang sesuai dengan kebutuhan bayi dapat menimbulkan risiko kesehatan serius. Lantas, mengapa pemberian telur mentah pada bayi usia di bawah satu bulan sangat berbahaya?
Organ Pencernaan Bayi Masih Berkembang
Bayi baru lahir memiliki sistem pencernaan yang masih berkembang. Produksi dan aktivitas sejumlah enzim pencernaan pada bayi juga belum matang. Meski demikian, tubuh bayi memiliki kemampuan untuk mencerna ASI yang memang sesuai dengan kebutuhan nutrisinya.
Pada usia satu bulan, lambung bayi juga masih berukuran kecil. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menggambarkan ukuran lambung bayi pada usia ini kurang lebih sebesar telur bebek. Kondisi tersebut membuat pemberian asupan perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan bayi.
Selain itu, bayi berusia 24 hari masih memiliki tongue thrust reflex, yaitu refleks alami ketika lidah mendorong sesuatu yang masuk ke dalam mulut ke arah luar. Refleks ini merupakan bagian dari perkembangan bayi dan membantu melindunginya dari benda atau makanan yang belum siap ditelan.
ASI menjadi sumber nutrisi utama yang direkomendasikan untuk bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Kandungan energi, protein, lemak, vitamin, mineral, dan komponen bioaktif di dalamnya cukup untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan bayi.
WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Pada periode tersebut, bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif tidak memerlukan tambahan makanan maupun minuman lain, termasuk air putih.
Pemberian air putih kepada bayi di bawah enam bulan tidak dianjurkan tanpa indikasi medis. Selain dapat mengurangi asupan ASI, konsumsi air berlebihan berisiko mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh dan menyebabkan keracunan air. Asupan yang tidak sesuai juga dapat membuat kebutuhan energi dan zat gizi bayi tidak terpenuhi secara optimal.
Karena itu, pemberian telur mentah kepada bayi berusia 24 hari tidak memiliki dasar kebutuhan gizi. Pada usia tersebut, bayi belum membutuhkan makanan tambahan untuk melengkapi asupan ASI.
Simak Video " Video: Viral Bayi Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Begini Kata IDAI"
(mal/up)