Bukan Stop Total, Ini Cara Tepat Kurangi Manis dan Kalori Biar Diet Konsisten

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 23 Okt 2026 18:20 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Kiwis
Jakarta - Keinginan untuk memangkas berat badan secara cepat sering kali memicu seseorang memilih diet ketat secara mendadak. Mulai dari pantangan gula sepenuhnya dalam semalam hingga hanya menyantap makanan serba rebusan.

Sayangnya, pola diet ekstrem seperti ini justru rawan membuat seseorang cepat menyerah di tengah jalan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa kunci sukses penurunan berat badan terletak pada konsistensi dan perubahan gaya hidup permanen, bukan batasan ketat yang menyiksa diri. Menurutnya, merombak pola makan secara mendadak hingga 180 derajat justru akan memicu rasa bosan.

"Nggak perlu diet ketat, karena kalau misalnya dalam sebulan ini 180 derajat kamu berubah, makannya cuma rebusan sama sayur doang, terus misalnya makannya jadi karbonya diganti kentang, itu pasti ngerasa tersiksa," ujar dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).

"Nanti lama-lama akhirnya bosan atau nggak semangat buat makan," lanjut dia.

dr Yaze menyebut rasa tersiksa akibat perubahan ekstrem inilah yang membuat program diet tidak bertahan lama. Banyak orang akhirnya kapok dan menyerah hanya dalam hitungan minggu karena merasa diet tidak membahagiakan.

Strategi Defisit Kalori dan Trik Kurangi Gula Bertahap

Alih-alih memotong porsi makan secara drastis, dr Yaze menganjurkan masyarakat untuk memulai defisit kalori ringan berkisar 300 sampai 500 kalori terlebih dahulu dari kebutuhan harian. Pemangkasan bertahap ini bertujuan agar fisik dan mental memiliki waktu untuk beradaptasi.

Prinsip bertahap ini juga berlaku pada kebiasaan mengonsumsi minuman manis. dr Yaze menyarankan pemangkasan kadar gula dilakukan secara perlahan ketimbang menghentikannya secara total secara mendadak.

"Selain itu, misalnya terbiasa minum manis, mulai dikurangi pelan-pelan. Misalnya kadar gulanya jadi 70 persen dulu, setelah terbiasa mulai dikurangi lagi jadi 50 persen, nanti pelan-pelan di 30 persen," beber dia.

"Itu biasanya akan lebih stabil. Akan lebih bertahan lama dibandingkan tiba-tiba stop gula sama sekali," tutupnya.



Simak Video "Video: Takaran Gula yang Baik Sesuai Usia Anak"


(sao/naf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork