Senin, 17 Des 2012 10:36 WIB

Doctor's Life

Sosok Prof Dr Idrus Alwi, SpPD, Ketua PAPDI yang Baru

- detikHealth
Prof Dr Idrus Alwi, SpPD (foto: www.permatacibubur.com) Prof Dr Idrus Alwi, SpPD (foto: www.permatacibubur.com)
Jakarta - Muktamar Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di Medan akhir pekan lalu melahirkan pimpinan baru di organisasi profesi tersebut. Prof Dr Idrus Alwi, SpPD terpilih menjadi ketua baru yang akan menjabat hingga tahun 2015.

"Iya, terima kasih," jawab pemilik nama lengkap Prof Dr dr Idrus Alwi, SpPD, KKV, FACC, FESC, FAPSIC ini saat mendapat ucapan selamat dari detikHealth atas jabatan barunya sebagai ketua Pengurus Besar (PB) PAPDI, saat dihubungi melalui telepon, Senin (17/12/2012).

Kiprah Prof Idrus di salah satu organisasi profesi kedokteran paling besar ini memang bukan hal yang baru. Sebelumnya, ia sudah menjabat sebagai ketua PAPDI Jaya yang merupakan perwakilan PAPDI untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Terkait profesinya sebagai dokter, Prof Idrus memiliki latar belakang yang unik. Ia merupakan sulung dari 12 bersaudara yang 10 di antaranya punya profesi yang sama yakni sebagai dokter. Atas keunikan ini, ibunya Nafisah Ahmad Zen Shahab yang merupakan single parent dan bekerja sebagai pedagang kain pernah mendapat penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia) pada tahun 2010.

Tradisi mencetak banyak dokter dalam satu keluarga tampaknya masih akan berlanjut di keluarga Prof Idrus. Dari 3 anak hasil pernikahannya dengan Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), 2 di antaranya juga memilih menekuni profesi yang sama yakni menjadi dokter.

Soal minat, teknologi stem cell atau sel punca merupakan salah satu bidang yang selama ini ditekuni Prof Idrus. Pemanfaatan stem cell untuk mengatasi berbagai masalah jantung merupakan topik pidato yang disampaikannya saat dikukuhkan sebagai guru besar tetap Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pertengahan tahun lalu.

Sayangnya tidak banyak yang sempat dibahas dalam obrolan singkat melalui telepon pagi ini. Saat ditanya masalah kesehatan yang saat ini tengah menjadi concern atau perhatiannya, Prof Idrus hanya menjanjikan waktu khusus untuk membahas hal itu.

"Biar ngobrolnya enak, bagaimana kalau besok saja kita ketemu di Cipto (RS Cipto Mangunkusumo)? Kalau hari ini saya padat sekali soalnya," jawab Prof Idrus yang saat dihubungi memang sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju tempat kerja.

BIODATA

Nama:
Prof Dr dr Idrus Alwi, SpPD, KKV, FACC, FESC, FAPSIC

Tempat dan tanggal lahir:
Palembang, 22 Maret 1962

Status perkawinan:
Menikah dengan Dr dr Dwiana Ocviyanti, SpOG(K)
Dikaruniai 3 anak

Pendidikan:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (lulus 1986)
Spesialis Penyakit Dalam FKUI (lulus 1996)
SP2 sebagai konsultan kardio-vaskular (lulus 2001)
Doktor Ilmu Kedokteran FKUI (2000-2006)
FACC (American College of Cardiology) 2006
FESC (European Society of Cardiology) 2008
FAPSIC (Asia Pacific Society of Intervention Cardiology) 2009
FINASIM (Indonesia Society of Internal Medicine) 2009
Advanced Course in Cardiology, Melbourne (1997)
Adcanced Course on Echocardiography and Other Non Invasive Cardiology, Melbourne (1997)
Stem cell NOGA course, Cincinnatti, Ohio (2009)
ASAN Intervention Cardiology Course, Seoul (2011)

Organisasi:
IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
PAPDI (Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia)
PAPDI Jaya (PAPDI cabang Jakarta)

Praktik:
RS Cipto Mangunkusumo
RS MMC Jakarta
RS Permata Cibubur.




(up/vit)
News Feed