Kalau Anda sering menjumpai inisial imcw di milis dokter umum atau rajin datang ke forum medisiana inilah sosok di balik itu semua. Namanya dr. I Made Cock Wirawan, seorang dokter PNS yang bertugas di rumah sakit tentara di kawasan Atambua Nusa Tenggara Timur.
Ia memang menjadi satu-satunya dokter di rumah sakit yang berbatasan dengan negara Timor Leste itu. Tapi meski tinggal di daerah yang lumayan jauh dari pusat kota, ia punya teman, pengikut dan pasien yang menyebar mulai di Indonesia sampai orang Indonesia yang berdomisili di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila ada yang bertanya, mengapa saya begitu aktif di dunia maya? Jawabannya cukup simpel, hanya ingin berbagi. Saat saya membaca artikel menarik di internet atau jurnal kesehatan, kemudian saya bagi melalui media yang saya miliki ke orang lain agar pembaca saya bisa mengikuti apa yang saya baca," tulis dr Made kepada detikHealth, Senin (22/8/2011).
Meski tidak berhadapan langsung dengan pasien, bukan berarti menjadi dokter dunia maya adalah perkara mudah. Ada banyak suka duka ia hadapi selama mengelola banyak akun di sosial media, forum, blog serta milist kesehatan.
"Sukanya, kita bisa mengenal banyak orang dari berbagai kalangan. Kita merasa apa yang kita berikan mampu memberikan pencerahan kepada orang lain dan hobi internet saya tersalurkan. Dukanya, keterbatasan memberikan informasi dan konsultasi membuat banyak yang tidak puas dan marah-marah," jelas dr Made.
Menurutnya saat ada yang berkonsultasi dan menanyakan masalah kesehatan kepadanya melalui dunia maya, saat itulah ada tantangan baru yang membuat dokter kelahiran Denpasar 35 tahun lalu ini harus membuka buku dan mau belajar lebih banyak lagi.
Beragamnya kasus-kasus kesehatan yang ditemui serta jangkauan dunia maya yang luas, mendorong dr Made tetap eksis menjadi dokter dunia maya, meski ia tetap harus berpraktik di Rumah Sakit Tentara Pembantu Atambua.
"Di saat teman-teman saya praktik di pinggir jalan, saya lebih asyik memberikan informasi dan berpraktik di dunia maya. Kebanggaannya, beberapa selebritis dan public figure malah ada yang berkonsultasi kesehatan dengan saya, yang mungkin tidak akan terjadi bila saya praktik di sebuah apotek di Atambua," jelas dokter yang lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali tahun 2001 ini.
dr Made mulai masuk ke dunia internet sejak tahun 1999 dan mulai aktif di banyak milis dan forum IT tahun 2000. Ia aktif ngeblog pada tahun 2004 di blogspot.com. Kemudian sekitar bulan Mei 2007, secara resmi ia meluncurkan blog dengan domain blogdokter.net.
Bersamaan dengan tahun diluncurkan blogdokter.net, ia juga membuat akun di twitter yang pada awalnya menggunakan user name @imcw. Baru pertengahan 2010, nama akun ini ia ganti dengan nama @blogdokter.
"Khusus untuk konsultasi, saya membuat akun @dokterMade. Selain blog dan twitter, blogdokter juga mempunyai fanpage di facebook yang beralamat www.facebook.com/blogdokter. Saya juga mengelola dua milist di yahoogroups yakni dokter_umum@yahoogroups.com dan seksologi@yahoogroups.com serta sebuah forum www.medisiana.com," jelas ayah 2 putri ini.
Tapi karena kesibukannya di dunia nyata yang harus melayani pasien 24 jam, dr Made mengaku kadang telat memberikan jawaban dari pasien-pasiennya di ranah maya.
"Jadi bila terlambat memberikan konsultasi dan keterbatasan jawaban, banyak yang marah-marah. Maklumlah, mengelola sedemikian banyak akun seorang diri tentu banyak yang tidak terpuaskan. Untunglah, selama ini suara-suara ketidakpuasan tidak terlalu banyak saya terima," ujar dokter yang memang memiliki hobi internet ini.
Walaupun kini seluruh hidupnya diabdikan sebagai seorang dokter, menjadi dokter bukanlah cita-citanya. Cita-cita awal dokter yang juga aktif di IDI Cabang Kupang ini adalah menjadi seorang psikolog, karena minatnya begitu besar terhadap kehidupan dan perilaku orang-orangnya di sekitarnya.
"Cita-cita ini (psikolog) muncul saat saya mengikuti pendidikan di SMA Negeri 2 Denpasar, Bali. Namun begitu memasuki masa akhir pendidikan di SMA, guru BP saya memaksa saya untuk mendaftar PMDK di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Memang nasib manusia hanya Tuhan yang tahu, begitu nama saya tercantum diantara 12 orang penerima PMDK FK UNUD tahun 1995, seluruh teman-teman, guru-guru dan tentu saja keluarga sangat mendukung saya untuk mengikuti pendidikan dokter pada satu-satunya universitas negeri di Bali tersebut," jelasnya.
Setelah benar-benar menjalani hidup sebagai seorang dokter, barulah ia menyadari bahwa banyak hal yang bisa ia lakukan untuk dirinya dan orang lain. dr Made juga menyadari bahwa bidang pekerjaan yang ia geluti ini memegang prinsip utama, yakni harus dapat melayani dan membantu orang lain.
"Dan kebahagiaan utama yang saya rasakan saat menjalani praktik kedokteran adalah di saat orang yang kita obati sembuh dan mengucapkan terima kasih. Bangga sekali rasanya bisa berguna bagi orang lain," ujar dr Made.
Setamat kuliah tahun 2001, ia mulai bekerja pada sebuah rumah sakit swasta di Bali. Setelah sekitar 7 tahun berpindah pekerjaan di tiga rumah sakit swasta, ia kemudian mendaftar untuk mengikuti seleksi penerimaan CPNS di lingkungan angkatan darat tahun anggaran 2008. Tepat tanggal 1 Desember 2008 ia diangkat menjadi PNS Kementrian Pertahanan yang bertugas di Kesehatan Daerah Militer, Komando Daerah Militer IX Udayana.
Keinginan untuk lebih mengembangkan diri dan memberikan sesuatu kepada masyarakat di luar Bali mendorongnya untuk minta ditempatkan di Detasemen Kesehatan Wilayah Kupang NTT yang membawahi dua rumah sakit, yakni Rumkit TK IV Wirasakti Kupang dan Rumkitban Atambua. Dan akhirnya ia berlabuh dan bertugas di Rumkitban Atambua sejak 18 Agustus 2009.
"Bertugas di daerah terpencil sudah barang tentu memberikan pengalaman baik yang menyenangkan atau sebaliknya. Rasa senang muncul di saat saya bisa berbaur dengan penduduk yang latar belakang budayanya berbeda dengan budaya saya dan ilmu yang saya pelajari benar-benar bisa saya terapkan untuk membantu masyarakat sekitar, mengingat jumlah tenaga dokter yang masih sangat terbatas," tutur dr Made.
Tak hanya suka, duka pun banyak ia rasakan ketika harus bertugas di daerah terpencil. Jauh dari keluarga besar dan tanah kelahiran serta dataran Timor yang sulit air sedikit banyak berimbas ke kehidupannya sehari-hari.
"Untungnya, atas dukungan istri dan anak anak yang dengan setia mengikuti saya melaksanakan tugas kedinasan ini, rasa duka sedikit demi sedikit bisa saya abaikan," tutup dr Made.
BIODATA
Nama lengkap
dr. I Made Cock Wirawan
Tempat dan tanggal lahir
Denpasar, 29 Juli 1976
Status perkawinan
Menikah dengan Ni Luh Sanuriani dengan dikarunia 2 putri (Ni Putu Evania Ananda Putri Wirawan dan Ni Made Nalika Chandra Putri Wirawan).
Hobi
Membaca, menulis, internet dan travelling.
Riwayat Pendidikan
Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (1995-2001)
Pekerjaan
Dokter PNS pada Rumah Sakit Tentara Bantuan 09.08.02 Atambua, NTT.
Organisasi
IDI Cabang Kupang
(mer/ir)











































