Senin, 05 Sep 2011 10:04 WIB

Doctor's Life

Prof Tjandra Yoga Tak Butuh Vitamin Meski Super Sibuk

- detikHealth
Jakarta - Di musim mudik lebaran, Prof dr Tjandra Yoga Aditama termasuk pejabat yang super sibuk karena harus meninjau posko mudik di berbagai daerah. Hebatnya, ia tak butuh multivitamin untuk jaga kondisi dan bahkan tidak terlalu suka olahraga.

Sebagai salah satu pejabat penting di lingkungan Kementerian Kesehatan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE memang sangat sibuk. Tak hanya di musim mudik, sepanjang tahun ia juga sering selalu bepergian ke daerah-daerah maupun ke luar negeri.

Untuk ukuran pria yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-56 pada 3 September 2011 tersebut, kesibukan yang begitu padat tentu sangat melelahkan. Butuh stamina yang luar biasa agar selalu bugar dan tidak mudah tumbang terkena penyakit.

Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) tersebut menyadari pentingnya daya tahan tubuh, namun mengakui dirinya tidak terlalu suka olahraga. Baru dalam beberapa tahun belakangan ini saja ia mulai menyempatkan diri untuk bersepeda.

"Saya memang amat jarang olah raga dulu, tapi sekarang makin tua maka agak lebih sering olah raga, sepeda atau tread mill, tapi juga tidak terlalu rutin sih," ungkap Prof Tjandra dalam emailnya kepada detikHealth seperti ditulis Senin (5/9/2011).

Meski tidak terlalu suka olahraga, Prof Tjandra sangat disiplin untuk hal-hal lainnya yang menyangkut kesehatan. Pola makan yang sehat dan teratur selalu ia jaga, lalu kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol benar-benar dihindarinya.

Komitmen Prof Tjandra untuk menghindari rokok juga dibuktikan dalam beberapa buku dan publikasi ilmiahnya yang selalu menyoroti bahaya rokok. Bahkan atas perjuangannya memerangi rokok, ia pernah mendapat penghargaan dari organisasi kesehatan dunia atau WHO, yakni WHO Tobacco Free World Award 1999.

Sedangkan untuk menjaga agar tidak kelelahan dan mengantuk di siang hari, Prof Tjandra selalu memastikan kebutuhan tidurnya di malam hari harus tercukupi. Oleh karena itu ia menegaskan dirinya praktis tidak pernah bergadang sampai larut malam.

Sayangnya untuk pola makan, Prof Tjandra dalam satu kesempatan pernah mengatakan dirinya tidak terlalu suka makan sayur. Padahal dalam email yang diterima detikHealth, ia juga mengaku tidak pernah mengonsumsi suplemen sehingga kebutuhan berbagai vitamin yang penting untuk daya tahan tubuh itu hanya dipenuhi dari buah-buahan.

Jalan-jalan Jadi Pengganti Olahraga

Sebagai dokter yang pernah menjadi pimpinan di sebuah Puskesmas, kebiasaan Prof Tjandra yang tidak terlalu suka berolahraga memang tidak patut dicontoh. Namun ada kebiasaan lain dari Prof Tjandra yang boleh ditiru, karena bisa menggantikan olahraga yakni jalan-jalan.

Bagi suami dari Dr Sri Susilawati, SpTHT ini, jalan-jalan bukan asal berwisata melainkan dalam arti yang sebenarnya yakni jalan kaki. Saat berkunjung ke daerah-daerah untuk urusan dinas, Prof Tjandra lebih suka berjalan kaki daripada naik kendaraan.

"Walaupun bukan olah raga tapi saya upayakan banyak jalan di kantor, naik tangga dan bukan lift, kalau ke daerah juga saya senang jalan kaki lihat fasilitas kesehatan di desa-desa, dan lain-lain," ungkap Prof Tjandra yang pada tahun 1983 mendapat penghargaan Dokter Puskesmas Teladan dari Menteri Kesehatan saat itu.

Baik dalam arti sesungguhnya maupun dalam arti berwisata, Prof Tjandra yang sejak menjabat Dirjen P2PL tidak punya waktu lagi untuk buka praktik ini memang suka jalan-jalan. Salah satu bukti bahwa dokter spesialis paru-paru ini suka piknik adalah buku berjudul "Wisata ke Mancanegara" yang ditulisnya tahun 1997.

BIODATA

Nama:
Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE

Tempat dan Tanggal Lahir:
Jakarta, 3 September 1955

Pendidikan:
Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS), Universitas Indonesia (1998)
Diploma in Tropical Medicine & Hygiene (DTM&H), London School of Hygiene and Tropical Medicine (1994)
Dokter Spesialis Paru Konsultan Infeksi, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (1993)
Dokter spesialis paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (1988)
Diploma in Tuberculosis Control & Epidemiology (DTCE), Research Institute of Tuberculosis, Tokyo (1987)
Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta (1980)

Pekerjaan dan Jabatan:
Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kemenkes (2009-sekarang)
Direktur Pendengalian Penyakit Menular Langsung. Ditjen P2PL (2007-2009)
Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Persahabatan Jakarta (2001-2006)
Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Persahabatan Jakarta (2000-2001)
Wakil Direktur Penunjang Medis dan Pendidikan RS Persahabatan Jakarta (1996-2000)
Kepala Instalasi Laboratorium Mikrobiologi RS Persahabatan (1992-1996)
Kepala Puskesmas Bukit Kapur, Bengkalis, Riau (1982-1984)
Kepala Puskesmas Bukit Batu, Bengkalis, Riau (1981-1982)
Dokter Rumah Sakit Umum Daerah Pekanbaru, Riau (1980-1981).




(up/ir)