dr Rachmat Budi Santoso, yang Jago Hipnoterapi Pasien Kanker

Doctor\'s Life

dr Rachmat Budi Santoso, yang Jago Hipnoterapi Pasien Kanker

- detikHealth
Senin, 21 Nov 2011 11:05 WIB
dr Rachmat Budi Santoso, yang Jago Hipnoterapi Pasien Kanker
Jakarta - Saat seseorang divonis kanker, penderitanya kebanyakan mengalami stres tingkat tinggi. Melihat banyaknya pasien kanker yang mengalami masalah emosi yang sangat parah, timbul keyakinan dr Rachmat Budi Santoso, SpU untuk mendalami hipnoterapi.

Spesialis urologi yang akrab dipanggil dr Santo ini mengaku mendalami hipnoterapi untuk membantu pasien kanker mengurangi gejala yang muncul.

"Pasien kanker itu depresinya besar sekali, saat seseorang mendengar dirinya kena kanker itulah saat paling berat dalam hidupnya, stresnya mungkin hampir sama dengan gempa bumi dan perceraian, kadang lebih besar stresnya," ujar dr Rachmat Budi Santoso, SpU, saat ditemui detikHealth di RSK Dharmais Jakarta, seperti ditulis, Senin (21/11/2011).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Santo menuturkan hipnoterapi yang dilakukan bisa membantu menghilangkan rasa sakit (pain), muntah, mual dan depresi yang muncul pada pasien kanker. Selain itu hipnoterapi ini juga bisa memperbaiki kualitas hidup dari pasien kanker tersebut.

dr Santo mempelajari hipnoterapi sejak 5 tahun yang lalu. Pada prinsipnya ia belajar secara otodidak melalui DVD dari pakar hipnoterapi mancanegara antara lain Gerald Kein, Cal Banyan, Stephen Parkhill, Ormond Mc Gill, Igor Ledochowski dan masih banyak lagi.

Lalu ia mempelajari lebih serius hingga mendapatkan sertifikasi resmi sebagai instruktur atau trainer dari dalam negeri di dapat dari Indonesian Board Hypnotherapy. Serta sertifikasi luar negeri dari Will Horton yang berafiliasi dengan NGH (National Guild Hypnoterapy), board resmi hipnoterapi dari Amerika.

"Dengan hipnoterapi saya berusaha menghilangkan akar masalah emosional yang berhubungan dengan penyakit yang saat ini diderita oleh pasien, sehingga membantu pasien untuk segera pulih dari penyakitnya," ujarnya.

dr Santo menjelaskan kebanyakan pasien kanker yang ditemuinya sehari-hari mengalami masalah emosional yang cukup parah seperti kecemasan yang tinggi, ketakutan, kekhawatiran atau rasa nyeri dari tingkat ringan hingga parah.

Ketika seseorang cemas, takut atau khawatir maka hormon yang bersifat stresor akan dilepaskan. Semakin banyak hormon yang keluar maka setiap sel di tubuh akan mengalami tekanan yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Padahal pasien membutuhkan sistem kekebalan tubuh yang baik untuk melawan kanker.

dr Santo menggunakan teknik progresif relaksasi untuk membantu pasien bisa mencapai relaksasi yang cukup dalam. Latihan ini 30 menit sama dengan tidur lelap selama 8 jam sehingga tubuh dan pikiran pasien menjadi lebih segar dan tenang. Sedangkan untuk mengurangi rasa nyeri, dr Santo akan menggunakan teknik hipno pain.

"Ada banyak sekali teknik di dalam dunia hipnoterapi, teknik yang akan digunakan tergantung dari situasi dan kondisi masing-masing pasien," ujar dokter yang berpraktik di RSK Dharmais dan MRCCC Siloam Jakarta.

Hipnoterapi ini juga bermanfaat bagi diri dr Santo sendiri seperti mengurangi stres, membuatnya menjadi rileks dan sangat nyaman dengan tubuh, pikiran serta kehidupannya.

"Jika melakukan pemeriksaan urologi kadang bisa membuat pasien merasa tidak nyaman, dengan hipnoterapi ini pasien saya bikin rileks, santai, nyaman sehingga resistensinya sedikit," ujar dokter yang menjadi Ketua Staf Medis Fungsional Urologi di RSK Dharmais.

Ia juga mendapatkan International Licensed Trainer Neurolinguistic Programming dari NFNLP Amerika. Hipnoterapi dan NPL merupakan salah satu teknologi unggulan untuk memberdayakan kekuatan pikiran.

Hampir seluruh masalah emosional seperti amarah, dendam, kebencian, adiksi, psikosomatik dan fobia bisa dengan mudah diterapi dengan hipnoterapi maupun NPL.

"Saya punya kepercayaan bahwa hampir sebagian besar penyakit yang timbul dan menyerang salah satu organ tubuh memiliki akar masalah emosional," ungkapnya.

Awal Jadi Dokter

Awal ketertarikan dr Santo untuk menjadi seorang dokter karena ada pengalaman semasa kecil yang mana neneknya terkena diabetes dan meninggal dipangkuannya. Saat itu ia merasa sedih karena dulu masih susah mencari dokter.

Hal itu menjadi salah satu alasan dr Santo memutuskan jadi seorang dokter, selain karena ia juga tertarik untuk selalu berhubungan dengan sesama orang dan ada suatu kebanggakan sendiri kalau bisa menolong orang lain.

"Saya orangnya kinestetik, terus yang saya lihat yang pas itu spesialis kebidanan dan bedah. Saya tidak pilih bedah karena kok saya lihat capek sekali, orang mau melahirkan jam 1 pagi harus siap," ungkapnya.

Akhirnya ia memilih bedah, tapi ia bingung harus memilih bedah apa. Ia melihat bedah saraf operasinya panjang-panjang bisa sampai 12-13 jam, kalau ortopedi operasinya harus motong pakai gergaji. Lalu ia melihat urologi yang menggunakan alat dan teknologi.

"Saya lihat masih sedikit urolog yang ada di Indonesia, mungkin sekarang cuma 200-an orang, apalagi yang ikut terlibat di kanker itu jumlahnya jauh lebih sedikit," ujar dr Santo.

dr Santo berharap pemerintah lebih meperhatikan pasien-pasien terutama yang sakit kanker. Ia pun mengerti jika beban pemerintah itu sangat tinggi dan banyak urusannya, tapi kalau negara lain bisa memberikan jaminan sosial kesehatan pada rakyatnya, mengapa Indonesia tidak bisa.

Biodata:

Nama lengkap
dr Rachmat Budi Santoso, SpU

Tempat dan tanggal lahir
Jakarta, 27 April 1970

Status
Menikah dan dikarunia 3 orang anak

Pendidikan
Pendidikan dokter umum dari FK UI Jakarta

Tempat praktik
RS Kanker Dharmais dan MRCCC Siloam jakarta

Organisasi
Anggota IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
Anggota IAUI (Ikatan Ahli Urologi Indonesia)
Anggota POI (Perhimpunan Onkologi Indonesia)


(ver/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads