"Saya menggunakan istilah klien karena secara kejiwaan memberikan kekuatan, kesejajaran dan pemberdayaan untuk klien," ujar Dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV.,DTM&H.,MCTM.,MHA.,SpJP.,LMPNLP.,ELT.,CCH, saat dihubungi detikHealth, dan ditulis Senin (12/12/2011).
Dr Kasim mengungkapkan dengan menyebutnya sebagai klien, maka ada kesejajaran dirinya dengan pasien yang membantu masa penyembuhan. Saat ini ia juga mempelajari hubungan antara Mind, Body and Soul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Metode yang saya lakukan adalah menggali, menemukan, memunculkan potensi terbesar dari orang tersebut hingga membantunya menjalani hidup. Keyakinan saya bahwa kehidupan adalah tanggung jawab individu terhadap diri dan spiritualnya," ungkapnya.
Dalam mempelajarinya, Dr Kasim sudah mencapai tingkat master dan juga menjadi konsultan untuk hipnoterapi, ericksonian, mendalami pengobatan tradisional China, SEFT, TAT, Chakra, Bodytalk, meditasi dan lain-lainnya.
"Semua hal perlu dilihat, didengar dan dirasakan sebagai satu kesatuan. Sekarang saya mengembangkan self energy balancing yang bisa dilakukan individu dan pola living food," ujarnya.
Hal yang membuatnya paling bahagia adalah jika kliennya bisa hidup dengan sehat serta bisa meminimalkan atau terlepas dari obat-obatan yang harus dikonsumsinya.
Misalnya ada orang yang tadinya hanya kuat berjalan beberapa meter dan minum 14 obat termasuk suntik insulin, sekarang bisa lepas insulin dan mengemudikan mobil sendiri.
Ada pula klien yang memiliki masalah pernapasan sangat mengganggu hingga dirawat dalam jangka waktu lama akibat efek samping obat tapi akhirnya bisa lepas dari semua itu dan hidup sehat tanpa obat-obatan.
Alasan memilih jadi dokter
Dr Kasim mengungkapkan ketika ia masih SMA, ia sempat bingung antara 3 pilihan yaitu dokter, arsitek atau psikologi dan hasil psikotest menunjukkan seimbang sehingga disarankan memilih yang paling sreg.
"Karena di keluarga saya belum ada dokternya sementara di keluarga ayah dan ibu semua ada dokter, maka saya pilih kedokteran tapi tetap mengikuti perkembangan arsitektur dan psikologi," ujar dokter yang juga menjadi Host radio talkshow SMART FM 95.9FM.
Tahun pertama mengikuti kuliah kedokteran ia sempat galau sampai akhirnya tidak naik tingkat, lalu sempat mendaftar ke psikologi dan diterima. Tapi karena tidak boleh kuliah di 2 fakultas di Universitas yang sama, maka akhirnya ia kembali ke dunia kedokteran.
Setelah menyelesaikan kuliah kedokterannya, Dr Kasim pun melanjutkan kuliah untuk mengambil spesialis penyakit dalam, konsultan kardiobaskular dan infeksi serta spesialis jantung dan pembuluh darah.
"Saya melanjutkan ke program konsultan kardiovaskular karena penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian nomor 1 di dunia," ujar dokter yang berpraktik di RS ASRI, Jakarta.
Ia sangat bersyukur bisa memiliki begitu banyak pengalaman dalam perjalanan pendidikan dan kehidupannya, sehingga ia menamakannya sebagai universitas kehidupan.
Saat ini harapannya adalah orang-orang Indonesia pantas memiliki kesehatan yang mencakup semua dimensi kehidupannya, karena masyarakat memiliki sumber yang fantastik seperti sinar matahari, tanah, air dan segala hasil alamnya.
Biodata:
Nama:
Dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV.,DTM&H.,MCTM.,MHA.,SpJP.,LMPNLP.,ELT.,CCH
Tempat tanggal lahir:
Montreal, 6 November
Status:
Menikah dengan 1 anak
Pendidikan:
Pendidikan kedokteran dari FKUI, Jakarta
Beasiwa SEAMEO untuk mempelajari infeksi di Thailand
Mempelajari program konsultan kardiovaskular di Australia, Thailand, Malaysia, Texas dan Hongkong
Mempelajari spesialis jantung di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita
Kegiatan:
Praktek di RS ASRI
Life coaching dan konseling
Host radio talkshow SMART FM 95.9 FM











































