Senin, 09 Jan 2012 11:32 WIB

Doctor's Life

Prof Dr Farid A Moeloek, SpOG Jadi Dokter Karena Terpaksa

- detikHealth
Prof Dr Farid Moeloek, SpOG (detikHealth) Prof Dr Farid Moeloek, SpOG (detikHealth)
Jakarta - Meski pernah menjadi Menteri Kesehatan RI, Prof Dr Farid Anfasa Moeloek, SpOG justru tidak pernah bercita-cita menjadi dokter. Ia lebih tertarik menjadi insinyur, bahkan sempat kuliah teknik meski akhirnya terpaksa pindah kedokteran.

Prof Moeloek, demikian ia akrab disapa tercatat pernah kuliah di Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun baru berjalan beberapa bulan, ia memutuskan untuk pindah ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) karena ada sedikit 'intervensi' dari keluarga.

"Waktu itu keluarga saya kebanyakan dokter, itu saja. Ada yang pengen saya jadi dokter, jadi ya terpaksa hahaha," ujar Prof Moeloek kepada detikHealth usai diskusi awal tahun yang digelar Lembaga Kajian Kesehatan dan Pembangunan, seperti ditulis Senin (9/1/2012).

Tidak bisa dipungkiri, Prof Moeloek memang berasal dari keluarga dokter bahkan sering dijuluki sebagai dinasti dokter. Ayahnya, dr H Abdul Moeloek adalah seorang dokter sekaligus tokoh masyarakat yang namanya kini diabadikan menjadi nama salah satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Lampung.

Selain itu, sebagian besar dari paman dan saudara-saudaranya yang lain juga berprofesi sebagai dokter yang sukses. Termasuk adik kandungnya, Prof Dr Nukman Moeloek, SpAnd yang saat ini cukup dikenal di kalangan dokter sebagai salah seorang guru besar di FKUI.

Namun keputusan Prof Moeloek untuk pindah jurusan yang ketika itu agak 'berbau' keterpaksaan justru berbuah manis di kemudian hari. Selain sukses sebagai akademisi dan sebagai dokter kandungan, ia juga dipercaya untuk menjabat Menteri Kesehatan pada masa pemerintahan Soeharto.

Bahkan untuk urusan jodoh, Prof Moeloek pada akhirnya menemukan tambatan hati di bidang yang ditekuninya saat ini yakni kedokteran. Tahun 1972, ia menikahi salah seorang adik angkatannya yakni dr Nila Djuwita Moeloek, seorang dokter sukses yang pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono nyaris terpilih sebagai Menteri Kesehatan sebelum akhirnya diganti dr Endang Rahayu Sedyaningsih di saat-saat terakhir sebelum pengumuman kabinet.

Cita-cita jadi insinyur diwujudkan anak-anaknya

Pernah kuliah di jurusan Teknik Sipil ITB membuktikan bahwa Prof Moeloek memang pernah punya cita-cita dan minat besar untuk menjadi seorang insinyur. Diakuinya juga, menjadi dokter bukan merupakan cita-citanya sendiri meski akhirnya tetap ditekuni dan terbukti sukses.

Namun minat besar di bidang teknologi sepertinya tidak hilang begitu saja. Setidaknya, minat tersebut secara kebetulan diwariskan pada ketiga anaknya yang semuanya juga tidak tertarik untuk menjadi dokter dan lebih memilih untuk menjadi insinyur.

"Iya, (anak-anak saya) nggak ada yang jadi dokter. Jadi ingenieur (insinyur) kebanyakan," tambah Prof Moeloek sembari melempar senyum.

Meski lahir dari dinasti dokter sukses, Prof Moeloek tidak ingin memaksakan tradisi keluarga untuk selalu melahirkan dokter sukses di setiap generasi. Karena itulah, ia sangat menghargai pilihan anak-anaknya yang sekarang sudah sukses di bidang masing-masing.


BIODATA

Nama
Prof Dr dr H Farid Anfasa Moeloek, SpOG

Tempat dan tanggal lahir
Liwa, 28 Juni 1944

Status pernikahan
Menikah dengan dr Nila Djuwita Moeloek
Dikaruniai 3 anak yaitu Muhammad Reiza Moeloek, Puti Alifa Moeloek dan Puti Anisa Moeloek

Pendidikan
Institut Teknologi Bandung (1970-tidak tamat)
Fakultas Kedokteran UI (1970)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi FKUI (1976)
Kursus Fertility Management dan Perawatan Kesehatan Ibu dan Anak oleh WHO Singapura (1977)
Ilmu Kebidanan di University Johns Hopkins, Amerika Serikat (1979)
Pendidikan Lanjutan Operasi Endoskopi dalam Sterilisasi dan Infertilitas di Jerman Barat (1980)
Doktor Ilmu Kebidanan dan Ginekologi, FKUI (1983)
Dikukuhkan sebagai Guru Besar FKUI (1994)

Karir
Dosen Pascasarjana FKUI, mengajar Obstetri dan Ginekologi
Kepala Subbagian Kesehatan Reproduksi Klinik Raden Saleh
Direktur Program Pascasarjana Universitas Indonesia (1990-1996)
Menteri Kesehatan RI Kabinet Pembangunan VII
Menteri Kesehatan RI Kabinet Reformasi Pembangunan
Anggota MPR RI (1999)

Organisasi
Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)
Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI)
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Medical Association of South East Asia Nation
Honorary Member of International Society on Human Reproduction
Honorary Member of Society on Fallopian Tube in Health and Disease.




(up/ir)
News Feed