dr Andre mengaku sangat senang belajar tentang lutut, karena lutut itu penting untuk aktivitas sehari-hari sehingga kalau seseorang sakit lutut maka ia tidak bisa kemana-mana.
"Bayangkan saja kalau kita sakit lutut enggak bisa kemana-mana, bete banget tuh enggak bisa ngapa-ngapain," ujar dr Andre ketika ditemui detikHealth seperti ditulis Selasa (24/1/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah sakit lutut jadi saya tahu bagaimana rasanya. Coba deh melakukan sesuatu yang tidak menggunakan lutut, itu setengah mati melakukannya," ujar dokter yang berpraktek di RS Pondok Indah, Jakarta.
dr Andre pertama kali mempelajari lutut setelah ia lulus dari spesialis ortopedi di tahun 1998 di FK UI. Kemudian oleh Prof Sularto ia dianjurkan untuk belajar mengenai lutut.
"Waktu itu beliau bilang 'Kamu tuh harus belajar lutut', diinstruksikan seperti itu saya sebagai murid sangat respect, beliau juga kirim saya ke Melbourne, Australia untuk belajar lutut," ungkapnya.
Meski awalnya dr Andre 'terpaksa' belajar mengenai lutut, tapi saat ini ia mengaku sangat senang menjalaninya dan ia masih terus belajar mengenai lutut. Bahkan dalam 1 tahun ia bisa melakukan operasi lutut hingga 400 kali.
"Orang yang sakit tangan atau bahu masih bisa pergi kemana-mana, tapi kalau orang sudah sakit di lutut maka ia enggak bisa kemana-mana, cuma bisa di rumah saja," ujar dokter yang pernah mendapat penghargaan Victor Chang Fellowship Awards, Australia tahun 2000.
dr Andre mengungkapkan di bidang ortopedi ada moto 'Life is movement, movement is life'. Jadi bayangkan kalau seseorang tidak bisa move atau bergerak. maka bisa dibayangkan kaya apa itu, seperti tidak ada kehidupan.
"Saya ingin nantinya lebih banyak lagi dokter ortopedi yang mempelajari lutut, karena saat ini tidak sampai 10 persen dokter ortopedi yang belajar lutut," ujar dr Andre.
Menjadi dokter karena melihat sang ayah
"Alasan ingin jadi dokter mungkin karena saya lihat ayah saya. Ayah saya ahli bedah umum, dr Pontoh, mungkin dari situ mulainya saya terinspirasi jadi seorang dokter," ujar dokter dari 2 anak ini.
Dokter yang senang dengan fotografi ini mengaku sangat senang menjalani kehidupannya sebagai seorang dokter dan ia pun mengungkapkan bahwa semua pasien yang datang padanya adalah istimewa.
"Saya mencintai pasien-pasien saya, karena pasien membuat saya hidup bukan dalam arti finansial. Tapi saya merasa punya peran dalam hidup mereka, karena bisa membantu mereka menikmati hidupnya, dan itu sangat berharga buat saya," ungkapnya.
Disela-sela kesibukannya, dr Andre masih sempat melakukan hobinya yaitu fotografi. Objek untuk fotonya pun bermacam-macam, namun ia mengaku senang memoto orang secara candid atau tidak disadari oleh orang tersebut. Menurutnya manusia unik dan dengan foto-foto ini bisa melihat manusia seutuhnya.
"Foto-foto ini bukan untuk dipublish, tapi hanya untuk kesenangan sendiri saja kalau dicetak itu lucu-lucu," ujar dr Andre.
Selain itu dokter yang senang mengonsumsi ikan ini harus rutin melakukan olahraga setiap harinya untuk menjaga bentuk tubuhnya agar tetap ideal dan tidak gemuk, sehingga bisa jadi contoh untuk pasiennya.
"Hampir sebagian besar pasien saya harus menurunkan berat badan, nah kalau dokternya gemuk bagaimana ia menyarankan pasiennya untuk turunkan berat badan. kalau pasien datang 'Bu, turunkan berat badannya ya' pasien pasti bilang 'Lah dokternya aja gemuk'," ujar dr Andre sambil tertawa.
Selain melakukan fotografi, saat akhir pekan dr Andre pun lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan diri sendiri. Ia pun membebaskan kedua anaknya untuk memiliki cita-cita masing-masing.
Biodata
Nama
dr Ludwig Andre Pontoh, SpOT
Pendidikan
Pendidikan kedokteran umum di FKUI, Jakarta tahun 1987
Pendidikan spesialis bedah ortopedi di FKUI, Jakarta tahun 1996
Fellowship untuk Arthroscopy & Sport Medicine di Melbourne, Australia tahun 2000
CME: University of UTAH School of Medicine for Arthroscopy & Reconstruction Surgery, 2001
Penghargaan
Victor Chang Fellowship Awards, Australia tahun 2000
Pekerjaan
Ketua Post Graduated Fellowship Program, Indonesian Hip & Knee Society
Instruktur klinis untuk The Orthopaedic Training Program of University of Indonesia
Konsultan medis di FK Trisakti, Jakarta
Organisasi
Asia Pacific Orthopaedic Society for Sports Medicine (APOSSM)
Asean Orthopaedic Association (AOA)
Asean Arthroplasty Association (AAA)
Indonesian Hip & Knee Society (IHKS)
Indonesian Orthopaedic Association (IOA)
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
(ver/ir)











































