dr Aria Wibawa, yang Akrab dengan Urusan Utak Atik Kandungan

Doctor\'s Life

dr Aria Wibawa, yang Akrab dengan Urusan Utak Atik Kandungan

- detikHealth
Senin, 26 Mar 2012 09:46 WIB
dr Aria Wibawa, yang Akrab dengan Urusan Utak Atik Kandungan
(Foto: dr Aria Wibawa/detikHealth)
Jakarta - Ada berbagai alasan mengapa seseorang memilih jadi dokter. Tapi bagi dr Aria Wibawa, SpOG(K) memilih jadi dokter kandungan karena ia ingin berperan dalam menciptakan generasi bangsa yang baik.

"Menjadi dokter kandungan karena satu saya suka yang ada pembedahan dan kedua karena saya bisa meng-improve negara dalam menciptakan generasi yang baik, itu yang paling penting," ujar dr Aria saat ditemui detikHealth di RSCM Kencana beberapa waktu lalu seperti ditulis Senin (26/3/2012).

Alasan ini karena salah satu hal penting yang bisa diperbaiki oleh ibu hamil adalah nutrisi, tapi sayangnya hal ini seringkali diabaikan. Padahal ibu hamil tak hanya cukup dengan makan seperti biasa, karena beberapa makanan yang ada di Jakarta tidak begitu baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Aria menuturkan sejak masih mahasiswa ia sudah tertarik untuk menjadi dokter obstetri dan ginekologi atau dokter kandungan, karena memang ia menyukai pembedahan.

"Pilihan saya waktu itu ada 2 yaitu bedah jantung atau dokter kandungan. Tapi saat itu bedah jantung belum ada di Indonesia jadi harus keluar negeri dan pas krismon, akhirnya saya memilih dokter kandungan," ungkapnya.

Terlebih ia sangat menikmati pekerjaannya sebagai seorang dokter, karena memeriksa dan melakukan anamnesis (riwayat) pasien adalah saat-saat yang menyenangkan, karena bisa membuatnya mengenal pasien lebih dalam.

"Justru kalau saya tidak jadi dokter dan tidak melakukan apa-apa atau diam-diam saja malah saya jadi stres," ujar dokter kelahiran 17 Agustus 1969.

Menjadi dokter juga diakui merupakan keinginannya sendiri, terlebih di keluarganya pun memang banyak yang sudah menjadi dokter. Dan pengalaman menjadi dokter PTT di salah satu Puskesmas di Papua selama 3 tahun merupakan pengalaman yang masih diingatnya sampai sekarang.

"Saat PTT saya pernah melakukan operasi caesar di suatu pedalaman di Papua, dulu saya di Papua selama 3 tahun sekitar tahun 1995-1998 dan dulu sih Papua masih aman banget," ungkapnya.

Kala itu bayi yang dikandung seorang ibu bermasalah sehingga perlu dilakukan operasi caesar dan dr Aria pun ketika itu masih menjadi dokter umum. Dengan peralatan sederhana ia mampu melakukan operasi dan bayi serta ibunya selamat.

"Di Papua itu memang puskesmas-puskesmasnya sudah dirancang oleh pemerintah untuk suatu bentuk tindakan-tindakan operative yang diperlukan, sehingga dokter-dokter yang ke sana memang punya kemampuan untuk itu. Jadi dengan alat-alat sederhana tapi tetap bisa dilakukan," imbuhnya.

Mengenai pilihannya bekerja di RSCM diakuinya karena di rumah sakit ini selalu mendapat limpahan kasus-kasus yang tidak bisa ditangani oleh rumah sakit lain. Dengan begitu dr Aria mengaku bisa tetap mengembangkan ilmu kedokterannya melalui kasus yang cukup bervariasi dan kadang tidak ditemukan di tempat-tempat lain.

dr Aria berharap Indonesia bisa menjadi yang terbaik, setidaknya di Asia Tenggara. Karena sebenarnya sumber daya manusia yang ada tidak kalah dengan negara-negara lain dan sangat berkualitas karena teruji dengan banyaknya kasus yang ada. Menurutnya, hanya masalah regulasi saja yang kurang luwes sehingga jadi tertinggal.

"Di negara tertentu yang warga kita banyak yang ke sana untuk berobat, justru dapat kasusnya dari kita. Jadi kalau warga kita enggak kesana mereka nggak dapat kasus. Jadi ya kita nggak kalah lah sama mereka dan bisa jadi yang terbaik," ujar dr Aria optimistis.

Biodata

Nama : dr Aria Wibawa, SpOG(K)

Tanggal Lahir : 17 Agustus 1969

Pendidikan
Pendidikan spesialis obstetri dan ginekologi lulus tahun 2003
Pendidikan konsultan tahun 2008

Organisasi
IDI (Ikatan Dokter Indonesia)
POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia)

Tempat praktik
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
RS Hermina Jatinegara
RS Medistra



(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads