Dr Zakiudin, Dokter Anak yang Punya Jiwa Petani

Doctor's Life

Dr Zakiudin, Dokter Anak yang Punya Jiwa Petani

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Senin, 30 Apr 2012 11:48 WIB
Dr Zakiudin, Dokter Anak yang Punya Jiwa Petani
Dr Zakiudin Munasir (detikHealth)
Jakarta -

Meski dikenal sebagai dokter anak yang handal, tak disangka DR. Dr. Zakiudin Munasir, SpA (K) memiliki cita-cita dan jiwa petani yang sangat besar. Beruntungnya di setiap kesempatan menjadi dokter, ia masih bisa menyalurkan hobinya bertani dan berkebun.

DR. Dr. Zakiudin Munasir, SpA (K) merupakan Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM. Namun di balik kesuksesannya sebagai dokter anak, Dr Zaki memiliki minat yang sangat besar terhadap bidang pertanian.

Tinggal dan besar di daerah pertanian, membuatnya memiliki cita-cita menjadi sarjana pertanian sejak kecil. Ia pun sangat suka menanam berbagai macam tanaman di halaman rumahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya awalnya saya ingin jadi sarjana pertanian karena saya dulu saya tinggal di kota kecil di daerah Jawa Timur, Mojokerto. Itu sebelah rumah saya ada tanah pertanian dari mulai zaman Belanda. Itu saya sangat senang main kesitu, orang-orang bule juga senang main kesitu. Nah makanya saya ingin jadi ahli pertanian," tutur DR. Dr. Zakiudin Munasir, SpA (K), saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Senin (30/4/2012).

Namun saat mulai masuk SMA, ia dan keluarga harus pindah ke Jakarta meski masih sering pulang ke Mojokerto. Saat duduk di bangku SMA, setiap terima buku rapor orangtuanya selalu berkomentar "Kamu pelajaran biologinya selalu bagus, apa jadi dokter saja?"

Karena dalam keluarga belum ada yang menjadi dokter, Dr Zaki pun berpikir untuk menjadi seorang dokter, sesuai dengan anjuran orangtuanya.

"Ya sudah akhirnya saya berpikir untuk jadi dokter. Saya malah keterima dua-duanya, IPB dan UI. IPB duluan yang keterima, sudah sampai bayar segala daripada nggak keterima di UI. Eh ternyata keterima juga di UI, direlakan deh uang bayarnya itu," kenang ayah 3 anak ini.

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1976, Dr Zaki pun mengambil program inpres di daerah pedalaman Kalimantan Selatan. Ia memilih ke daerah karena memang jiwa petualangnya tidak begitu suka tinggal di kota besar.

Sesampainya disana, ternyata cita-citanya menjadi seorang sarjana pertanian bisa tersalurkan. Mengabdi di daerah pedalaman tentu saja banyak terdapat lahan kosong dan hutan. Ia pun bisa menanam berbagai macam tanaman, bahkan sengaja membawa bibit-bibit dari Pulau Jawa.

"Kebetulan saya punya kenalan insinyur pertanian, saya pinjamlah traktornya buat nanam di belakang rumah. Saya tanam macam-macam, saya kan memang hobi nanam-nanam dari kecil. Memang dulu di halaman rumah saya kan besar, kita sering nanam-nanam tanaman keluarga seperti sayur. Nah, itu tersalurkan lagi," lanjut pria kelahiran Mojokerto, 14 Agustus 1953 ini.

Kebetulan Puskesmas tempat ia bekerja memang berada di daerah pinggiran. Di samping Puskesmas bahkan langsung berbatasan dengan hutan, tepatnya di pedalaman Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Namun meski harus bertugas di daerah terpencil, Dr Zaki merasa sangat senang. 4,5 tahun waktu yang dihabiskannya disana bahkan tidak terasa.

"Saya happy banget itu. Kebetulan disana ada perusahaan penebangan kayu punya orang asing, saya jadi dokter disana. Itulah, secara ekonomi bagus juga. Dari sana saya bisa nabung untuk sekolah. 4,5 tahun, lama juga kan tapi nggak kerasa, happy-happy saja. Pulang-pulang tabungan dapat bisa sekolah," ujar Dr Zaki.

Alasan memilih menjadi dokter anak pun berasal dari keluarga. Dulu Dr Zaki mempunyai banyak ponakan, ia pun suka sekali dengan anak-anak. Menurutnya, rasanya lebih happy bila bisa kontak dengan anak-anak dan bikin awet muda.

Setelah jadi dokter anak, lagi-lagi ia mendapat inspirasinya dari keluarga. Dr Zaki menuturkan satu keluarganya semua menderita alergi, itulah yang membuatnya memutuskan untuk masuk divis alergi dan beruntung diterima menjadi staf pengajar di Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

"Saya sempat dapat sekolah ke Belanda, ternyata tempat kuliah saya itu dekat tempat daerah pertanian lagi di Belanda Utara, ya memang sudah cocok banget deh dengan jiwa petani saya," tutup Dr Zaki.


BIODATA

Nama lengkap
DR. Dr. Zakiudin Munasir, SpA (K)

Tempat dan tanggal lahir
Mojokerto, 14 Agustus 1953

Status
Menikah dengan (alm) Dr Sulastri, MARS dengan dikarunia 3 orang anak

Riwayat pendidikan
Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1976)
Spesialis Anak FKUI (1986)
Konsultan Alergi-Imunologi IDAI 1996
Pediatric Allergy Immunology Training, Academisch Ziekenhuis Gronigen, Belanda 1989-1990
Rheumatology Course, Singapore 1993
Principle Epidemiology & Epidemiology od AIDS summer program course, John Hopkins School of Public Health Baltimore USA (1994)
Pediatric Rheumatology Course, Geneve Switzerland (2003)
Doktoral FKUI 2010

Jabatan
Ketua Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM
Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi (Peralmuni) cabang Jakarta Raya (2003-2009)
Ketua UKK Alergi-Imonologi IDAI (2003-2008)
Ketua Satgas HIV IDAI (2006-2008)
Anggota Satgas CDC IDAI (2006-2008)
Anggota Pengurus Pusat IDAI (2006-2008)
Sekretaris Pokja Campak IDAI (2003-2008)
Excecutive Board Member of APARARI (Asia Pasific Ascociation Pediatric Allergy, Respirology and Immunology).

 

 

(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads