Dokter Gigi Ditakuti Anak? Tidak Bagi drg Chaidar Masulili

Doctor's life

Dokter Gigi Ditakuti Anak? Tidak Bagi drg Chaidar Masulili

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 24 Sep 2012 13:03 WIB
Dokter Gigi Ditakuti Anak? Tidak Bagi drg Chaidar Masulili
drg Chaidar Masulili, Sp.Pros (dok: detikHealth)
Jakarta -

Bagi anak-anak pada umumnya, berkunjung ke dokter gigi adalah hal yang menakutkan. Namun drg Chaidar Masulili, Sp.Pros(K) mengaku sangat jarang menghadapi pasien anak yang penakut, justru pasien dewasa yang lebih sering ketakutan.

Hal yang paling menakutkan bagi seorang anak ketika berada di ruang periksa dokter gigi adalah peralatan yang begitu banyak, mulai dari bor hingga lampu-lampu yang menyilaukan. Dalam bayangan anak kecil, alat-alat tersebut seperti seperangkat mesin untuk penyiksaan.

Agar pasiennya terutama yang masih anak-anak tidak ketakutan, drg Chaidir punya cara yang cukup jitu. Cara ini pula yang membuatnya disukai pasien anak, bahkan banyak pasien anak yang kemudian tidak mau diperiksa giginya kalau bukan oleh drg Chaidar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang terpenting, anak jangan sampai disakiti dahulu karena itu bisa menyebabkan trauma. Lalu kenalkan peralatan, ajak bicara biar lebih nyaman," kata drg Chaidar saat ditemui dalam acara Pembukaan Bulan Kesehatan Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), Senin (24/9/2012).

Menurut drg Chaidar, menenangkan pasien anak jauh lebih mudah karena tindakan pada anak biasanya memang tidak menyakitkan. Justru yang lebih sering ketakutan saat berhadapan dengan dokter gigi adalah pasien dewasa, bahkan kalau sudah ketakutan lebih sulit ditenangkan.

Dokter gigi yang kini menjabat sebagai direktur RS Gigi dan Mulut Pendidikan FKG UI ini kadang sampai menunda tindakan jika memang pasiennya begitu ketakutan sampai tidak bisa ditenangkan. Kondisi semacam ini biasanya terjadi saat pasien hendak cabut gigi.

Mendisiplinkan anak sejak bayi

Kalau pasiennya saja bisa dibuat tenang oleh drg Chaidar, anak kandungnya sudah tentu tidak pernah takut berhadapan dengan dokter gigi. Bahkan sejak masih bayi, drg Chaidar sudah membiasakan kedua anaknya untuk melakukan perawatan gigi supaya kelak jadi kebiasaan baik saat sudah besar.

"Dari masih bayi waktu belum ada giginya, sudah kita ajarkan untuk gosok-gosok gusi pakai kasa sekaligus untuk merangsang pertumbuhannya. Begitu tumbuh, kita belikan sikat gigi anak lalu dipangku sama kita disuruh sikat gigi. Diajarkan saja seperti itu," tutur drg Chaidar.

Berkat kebiasaan yang ditanamkan sejak bayi, anak-anak drg Chaidar yang kini sudah besar dan masing-masing sudah menikah tidak kesulitan untuk mendisiplinkan diri merawat kesehatan gigi dan mulut. Salah satu di antaranya bahkan mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi dokter gigi.

Biodata

Nama lengkap:
drg Chaidar Masulili, Sp.Pros(K)

Tempat dan tanggal lahir:
Jakarta, 11 Desember 1954

Status:
Menikah, dikaruniai 2 anak

Pekerjaan:
Direktur RS Gigi dan Mulut Pendidikan FKG UI

Praktik:
Klinik Gigi di Pancoran

Organisasi:
PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia)
IPROSI (Ikatan Peminat Prostodonsia Indonesia)

(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads