Bagi anak-anak pada umumnya, berkunjung ke dokter gigi adalah hal yang menakutkan. Namun drg Chaidar Masulili, Sp.Pros(K) mengaku sangat jarang menghadapi pasien anak yang penakut, justru pasien dewasa yang lebih sering ketakutan.
Hal yang paling menakutkan bagi seorang anak ketika berada di ruang periksa dokter gigi adalah peralatan yang begitu banyak, mulai dari bor hingga lampu-lampu yang menyilaukan. Dalam bayangan anak kecil, alat-alat tersebut seperti seperangkat mesin untuk penyiksaan.
Agar pasiennya terutama yang masih anak-anak tidak ketakutan, drg Chaidir punya cara yang cukup jitu. Cara ini pula yang membuatnya disukai pasien anak, bahkan banyak pasien anak yang kemudian tidak mau diperiksa giginya kalau bukan oleh drg Chaidar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut drg Chaidar, menenangkan pasien anak jauh lebih mudah karena tindakan pada anak biasanya memang tidak menyakitkan. Justru yang lebih sering ketakutan saat berhadapan dengan dokter gigi adalah pasien dewasa, bahkan kalau sudah ketakutan lebih sulit ditenangkan.
Dokter gigi yang kini menjabat sebagai direktur RS Gigi dan Mulut Pendidikan FKG UI ini kadang sampai menunda tindakan jika memang pasiennya begitu ketakutan sampai tidak bisa ditenangkan. Kondisi semacam ini biasanya terjadi saat pasien hendak cabut gigi.
Mendisiplinkan anak sejak bayi
Kalau pasiennya saja bisa dibuat tenang oleh drg Chaidar, anak kandungnya sudah tentu tidak pernah takut berhadapan dengan dokter gigi. Bahkan sejak masih bayi, drg Chaidar sudah membiasakan kedua anaknya untuk melakukan perawatan gigi supaya kelak jadi kebiasaan baik saat sudah besar.
"Dari masih bayi waktu belum ada giginya, sudah kita ajarkan untuk gosok-gosok gusi pakai kasa sekaligus untuk merangsang pertumbuhannya. Begitu tumbuh, kita belikan sikat gigi anak lalu dipangku sama kita disuruh sikat gigi. Diajarkan saja seperti itu," tutur drg Chaidar.
Berkat kebiasaan yang ditanamkan sejak bayi, anak-anak drg Chaidar yang kini sudah besar dan masing-masing sudah menikah tidak kesulitan untuk mendisiplinkan diri merawat kesehatan gigi dan mulut. Salah satu di antaranya bahkan mengikuti jejak sang ayah dengan menjadi dokter gigi.
Biodata
Nama lengkap:
drg Chaidar Masulili, Sp.Pros(K)
Tempat dan tanggal lahir:
Jakarta, 11 Desember 1954
Status:
Menikah, dikaruniai 2 anak
Pekerjaan:
Direktur RS Gigi dan Mulut Pendidikan FKG UI
Praktik:
Klinik Gigi di Pancoran
Organisasi:
PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia)
IPROSI (Ikatan Peminat Prostodonsia Indonesia)
(up/ir)










































