dr AA Dwi Wulantari, si Muda yang Ingin Puas Jadi Dokter Umum Dulu

Doctor's Life

dr AA Dwi Wulantari, si Muda yang Ingin Puas Jadi Dokter Umum Dulu

Vera Farah Bararah - detikHealth
Senin, 15 Okt 2012 10:03 WIB
dr AA Dwi Wulantari, si Muda yang Ingin Puas Jadi Dokter Umum Dulu
dr AA Dwi Wulantari (dok: detikHealth)
Jakarta -

Ada banyak hal yang membuat seseorang memiliki cita-cita sebagai seorang dokter. Tapi bagi dr AA Dwi Wulantari, pekerjaan sang ibu yang seorang bidan menjadi inspirasinya.

"Saya dari kecil melihat sosok ibu yang berprofesi sebagai bidan dapat mengobati dan menolong masyarakat saat sedang sakit tanpa memandang asal usul orang tersebut," ujar dr AA Dwi Wulantari, saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Senin (15/10/2012).

Dokter yang biasa dipanggil Gung wik ini menuturkan sejak kecil ia sudah diajak ikut membantu tugas sang ibu, dari situlah ia mulai merasakan ketertarikan ingin menjadi seorang dokter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun menyadari bahwa dokter adalah pekerjaan yang mulia, penuh dengan dedikasi dan pengabdian yang tinggi untuk menolong sesama di bidang kesehatan. Terlebih di dalam keluarganya belum ada yang berprofesi sebagai dokter.

Selepas lulus SMA Gung wik melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melalui jalur PMDK. Ia pun menjalani pendidikan selama 6 tahun dengan berbagai pengalaman hingga akhirnya lulus pada tahun 2008.

"Banyak teman melanjutkan pendidikannya sebagai dokter spesialis, tapi saya sudah membulatkan tekad untuk mengabdi terlebih dahulu sebagai dokter umum," ujar dokter yang juga menjadi anggota Ikatan Dokter Indonesia.

Setelah lulus ia mulai bekerja sebagai dokter PTT di Kabupaten Klungkung, di sini ia banyak mendapatkan teman dan pengalaman mulai dari pembelajaran tentang manajemen puskesmas, program puskesmas dan pelayanan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dokter PTT ini dijalaninya selama 1 tahun dan kemudian ia ditempatkan di daerah Kintamani, di sini ia mengenal organisasi Palang Merah Indonesia yang bergerakd i bidang kebencanaan dan kemanusiaan.

Gung wik menceritakan ia dan tim dikirim untuk terjun langsung saat tanggap darurat erupsi Gunung Merapi di Jogjakarta dan bertugas selama 2 minggu di pengungsian. Ia membuka posko kesehatan untuk membantu para pengungsi yang memiliki gangguan kesehatan.

Meski begitu, ada satu pengalaman yang tak terlupakan bagi Gung wik selama menjadi dokter di daerah pedalaman, yaitu saat bertugas di puskesmas Kintamani di desa Subaya Bawah.

Di puskesmas ini dokter yang ada hanya Gung wik dan ia pun harus tinggal di rumah dinas yang ada agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan akses pelayanan kesehatan selama 24 jam.

"Tak sedikit masyarakat tiap malamnya menggedor pintu rumah untuk jemput saya ke pondoknya karena ada yang sakit atau akan melahirkan, tapi ini sudah menjadi hal yang biasa," ungkapnya.

Rasa takut keluar tengah malam ini tertutup oleh keinginan yang kuat untuk mengobati sesama. Bagi Gung wik hal yang terpenting adalah masyarakat masih percaya dengan petugas kesehatan.

"Capek pasti iya, tapi ini bisa tertutupi dengan melihat senyum masyarakat Kintamani yang mempervayakan pelayanan kesehatannya pada puskesmas. Ini juga yang membuat saya betah dan nyaman bekerja di puskesmas sambil terus belajar," ujar dokter kelahiran Pontianak 28 tahun silam.

Gung wik mengungkapkan bahwa semua pengalaman ini sangat berharga dan tak kan terlupakan. Bahkan karena pengalaman ini pula ia sering dijuluki dokter spesialis bencana dan daerah pertencil.

Hal ini tidak membuatnya kapok untuk menerima tantangan bekerja dan mengabdikan diri di daerah terpencil serta selalu ingin belajar pengalaman yang baru. Karena baginya untuk memulai suatu perubahan yang baru harus diawali di daerah terpencil.

Saat ini Gung wik berharap dan optimis bisa merangkul semangat masyarakat khususnya di daerah terpencil untuk mengubah pola pikir dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat, serta mengutamakan pencegahan daripada pengobatan.


Biodata

Nama
dr AA Dwi Wulantari

Tempat Tanggal Lahir
Pontianak Kalbar, 30 April 1984

Status
Sudah menikah

Pendidikan
S1 profesi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Organisasi
Tim Satgana PMI Propinsi Bali
Ketua Ranting Kintamani PMI Kabupaten Bangli
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bali
Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bangli

Pekerjaan
Dokter PTT Puskesmas Klungkung II
Dokter CPNS Puskesmas Kintamani II
PLH. Kepala UPT.Puskesmas Kintamani I
Dokter RAKATA Adventure

(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads