Di kalangan para ahli sekalipun, fenomena indigo masih kontroversial. Ada yang menganggapnya sebagai bentuk lain dari autisme maupun Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH), ada juga yang berusaha memahaminya sebagai kemampuan lebih yang tak dimiliki semua orang.
Karena perilaku dan gagasan-gagasannya yang berbeda dari anak kebanyakan, anak-anak indigo sering diperlakukan beda. Misalnya ada yang mampu melihat makhluk halus, orangtua atau lingkungannya sering menganggapnya sedang berhalusinasi atau terlalu banyak berkhayal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi saya, bukan indigonya yang perlu disembuhkan karena itu memang bukan penyakit. Dampak yang dia dapat dari lingkungan itu yang harus ditangani," kata dr Erwin saat ditemui detikHealth di tempat praktiknya beberapa waktu lalu, seperti ditulis Senin (21/10/2012).
Dokter yang berpraktik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat ini termasuk orang yang sangat getol mengakui keberadaan anak-anak indigo. Kemampuan lebih untuk melihat makhluk halus, meneropong masa depan dan sejenisnya baginya memang ada dan dimiliki oleh sebagian orang.
Kepedulian terhadap fenomena indigo tersebut diwujudkan dr Erwin dengan keterlibatannya di Yayasan Peduli Pendidikan Anak Indigo (YPPAI). Ia menjadi salah satu penasehat sekaligus pernah mengasuh semacam sharing club untuk anak-anak indigo di yayasan tersebut.
Tidak ada alasan khusus yang membuat dr Erwin punya kepedulian tersendiri terhadap anak-anak indigo, bahkan ia sendiri mengaku bukan seorang indigo. Semata-mata karena bidang keahliannya adalah psikiatri anak dan remaja, lalu tidak sedikit dari pasiennya adalah anak-anak indigo.
"Di Jakarta ada 100-an anak indigo yang datang ke saya, belum termasuk yang ke psikiater lain. Atau psikolog. Jadi itu semacam fenomena iceberg, gunung es. Hanya sebagian kecil yang tampak di permukaan," kata dokter yang mengaku sering lupa waktu kalau sudah diajak ngobrol tentang indigo ini.
BIODATA
Nama:
Kol (Purn) H Tb Erwin Kusuma, dr, SpKJ(K)
Tempat dan tangga lahir:
Kupang, 16 Janiari 1938
Nama istri:
Dian Angriani
Nama anak:
Erdinari Agustina (Ria), dr.MKK
Pendidikan:
Psikiatri Anak dan Remaja
Konsultan Hipnosis Kedokteran dari Kolegium Psikiatri Indonesia
Dinas terakhir:
Kepala Departemen Kesehatan Jiwa RSPAD Gatot Soebroto (1989-1996)
(up/ir)











































