Senin, 05 Nov 2012 10:04 WIB

Doctor's Life

Dr Ivan Rizal Sini, Ahlinya Bayi Tabung di Indonesia

- detikHealth
Dr Ivan Rizal Sini (dok. detikHealth) Dr Ivan Rizal Sini (dok. detikHealth)
Jakarta - Program bayi tabung mungkin menjadi program andalan bagi pasangan suami istri yang kesulitan mendapatkan keturunan. Sayangnya, belum banyak dokter Indonesia yang bisa menanganinya. Dari sedikit dokter, Dr Ivan Rizal Sini adalah salah satu ahlinya.

Dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG bisa dikatakan sebagai salah satu ahli bayi tabung di Indonesia. Dimulai sejak tahun 2001, sudah tidak terhitung banyaknya pasangan yang mendapat pertolongan dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

"Ini suatu topik menarik, bagaimana embrio itu berkembang sampai bayi lahir, totally amazing!" ujar Dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Senin (5/11/2012).

Ayah 3 anak ini memulai karirnya sebagai dokter bayi tabung di Australia. Setidaknya selama 10 tahun, Dr Ivan mempelajari, mendalami, dan menangani langsung program bayi tabung di Australia. Barulah pada tahun 2005 ia memutuskan untuk kembali ke Tanah Air.

Selama di Negeri Kanguru, Dr Ivan bahkan pernah mendapatkan penghargaan Australian Gynecology Award yang membuatnya mendapatkan beasiswa ke Korea Selatan.

Menurut Dr Ivan, menjadi dokter bayi tabung memberi kepuasan tersendiri baginya. Bukan hanya dari segi finansial, melainkan kepuasan batin ketika berhasil membantu pasangan yang sudah bertahun-tahun tidak bisa memiliki keturunan.

"Teman-teman saya ada yang nanya 'Sampai kapan mau praktik?'. Rasanya saya mau berhenti praktik malam ini kalau lihat jam kerja yang saya lakukan sekarang. Tapi kalau lihat reward yang saya dapatkan, bukan dari segi finansial tapi kepuasan hati yang bahagia, rasanya tidak ingin berhenti. Anda tidak akan bisa merasakan kalau tidak ada di posisi saya. Itu sangat memberikan kepuasan," paparnya.

Di Indonesia, jumlah dokter yang ahli dalam menangani bayi tabung tidak terlau banyak, hanya sekitar 30 orang. Padahal, peminat program bayi tabung semakin tahun semakin meningkat.

Untuk mengatasinya, Dr Ivan pun menginisiasi ide untuk membentuk suatu institusi yang dapat melatih dokter-dokter agar dapat menangani bayi tabung, yang bernama IRSI (Indonesian Reproductive Science Institute).

"Saya antusias sekali kalau banyak dokter yang menguasai bidang ini," tuturnya.

Awal Mula Jadi Dokter

Ada banyak cita-cita yang awalnya ingin dilakukan Dr Ivan, mulai dari arsitek hingga anak band. Ia bahkan sempat kuliah di arsitektur sebelum akhirnya memutuskan pindah ke fakultas kedokteran.

"Saya orang yang tidak bisa diam. Banyak cita-cita yang saya ingin lakukan. Dulu saya pernah kuliah arsitek, habis itu saya kebetulan masuk UI dengan biaya murah. Ya saya tinggal arsiteknya," kenang pria kelahiran Jakarta, 9 Mei 1972 ini.

Anehnya, Ivan muda justru tidak betah sekolah kedokteran. Ia malah membangun sebuah perusahaan desain grafis dan asyik bermain band. Barulah pada tingkat 5, ia kembali merenung dan 'kembali ke jalan yang benar'.

Lulus dari FKUI pada tahun 1995, ia memutuskan untuk hijrah dan memperdalam ilmu kedokterannya di luar negeri. Ia mendaftar di beberapa universitas dan akhirnya diterima di Australia.

"Kebetulan saya dapat kerja disana tahun 1996 dan waktu itu sana kesana dengan toefl pas-pasan, hanya 200 padahal syarat toefl 450. Akhirnya untuk memperdalam saya tinggal di dorm dan memaksa harus bisa Bahasa Inggris," kenangnya.

Hanya butuh 3 bulan untuk membuat Dr Ivan lancar berbahasa Inggris. Ia pun akhirnya bekerja di sebuah rumah sakit di Australia. Awalnya kondisi itu membuatnya minder, namun ternyata kemampuan ilmu kedokterannya masih jauh dari dokter bule-bule di sana.

Bila dokter-dokter bule butuh waktu 2 hingga 3 tahun pendidikan sebelum bisa mengambil spesialisasi obgin, Dr Ivan hanya butuh 3 bulan. Ia bahkan langsung ditawari mengikuti training dan mendalami bayi tabung.

Dr Ivan memutuskan untuk mengambil spesialisasi obstetri dan ginekologi (obgin) karena dua alasan. Pertama, karena faktor sang ayah yang juga merupakan dokter obgin. Kedua, karena obgin memiliki 4 komponen yang menarik baginya.

"Obgin itu punya komponen skill, art, knowledge dan satu lagi adrenalin. Saya termasuk salah satu orang yang adrenalin junkies," ucapnya sambil tertawa.


BIODATA

Nama Lengkap
Dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG

Tempat dan tanggal lahir
Jakarta, 9 Mei 1972

Status
Menikah dengan Fenty dan dikaruniai 3 orang anak Kieran, Basil dan Keisha.

Riwayat Pendidikan
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (1995)
Australia FRANZCOG (2001)

Jabatan dan organisasi
VP PT Bundamedik
CEO Morula Indonesia
Chairman Indonesian Reproductive Science Institute (IRSI).




(mer/vta)
News Feed