"Kalau saya sukanya olahraga zaman dulu, dansa. Kebetulan kalau saya, suami istri seneng," kata Dr Nani saat ditemui dalam peringatan Hari Kesehatan Sedunia di Istora Senayan baru-baru ini, seperti ditulis Senin (8/4/2013).
Alasan Dr Nani memilih dansa sebagai olahraga cukup sederhana, tidak lain karena menemukan banyak kesenangan dari olahraga tersebut. Sambil berdansa, ia bisa merasakan senangnya mendengarkan musik, olahraga sekaligus berduaan dengan suami tercinta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan seneng itu? Itu salah satu cara menghilangkan stres. Pulang, capek lalu tidur. Rileks lho," tegas Dr Nani, yang saat ini mengetuai Indonesian Society of Hypertension (InaSH).
Selain dengan olahraga, Dr Nani juga menganggap penting pengaturan pola makan seimbang sebagai cara untuk menjaga kesehatan khususnya dari ancaman hipertensi atau tekanan darah tinggi. Asupan garam merupakan salah satu yang dibatasi oleh Dr Nani.
Meski begitu, ia tidak serta merta menghindari junk food sama sekali meski jenis makanan itu termasuk paling banyak mengandung garam penyebab hipertensi. Daripada melarang sama sekali, ia lebih suka membatasi agar tidak terlalu banyak meski pada dasarnya ia sendiri tidak suka junk food.
"Bukan saya bilang dilarang ya. Pada kondisi tertentu kita memang no other choice, tidak ada pilihan lain. Ya oke lah, pada saat itu oke (boleh makan junk food). Tapi kalau ada warung soto, ada gado-gado, kenapa harus lari ke junk food?" terang Dr Nani.
BIODATA:
Nama lengkap:
Dr Nani Hersunarti, SpJP, FIHA
Tempat tanggal lahir
-
Praktik:
RS Jantung Harapan Kita
Organisasi:
Indonesian Society of Hypertension (InaSH)
(up/vit)











































