dr. Lisa Hasibuan, SpBP (K) memang bukan tukang sulap, tapi dengan keahliannya sebagai dokter spesialis bedah plastik, ia bisa mengubah wajah yang 'amburadul' menjadi lebih cantik dan lebih ganteng.
Menjadi seorang dokter bedah plastik tidak pernah ada di bayangan dr. Lisa Hasibuan, SpBP (K). Bagaimana tidak, Lisa kecil adalah si tukang pingsan. Jangankan 'mengobrak-abrik' wajah dan tubuh pasien, melihat darah saja ia bisa langsung pingsan.
Ketertarikannya pada bidang bedah plastik bermula dari sebuah salon yang cukup ternama di Jakarta. Di saat bingung memilih bidang spesialisasi, antara dokter mata dan kandungan, seorang karyawan salon menyarankannya untuk mengambil bidang bedah plastik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itulah, ia mulai berpikir untuk memilih bidang bedah plastik. Sebenarnya, di masa itu bedah plastik tidak terlalu digemari. Terlebih, ia hanya mendapatkan sedikit materi tentang bidang ilmu tersebut saat masih menempuh pendidikan dokter.
Tapi kegemarannya berimajinasi dan seni menggambar, menjadi modal awal untuk lebih menekuni bidang bedah plastik. Ia akhirnya memasukkan berkas dengan pilihan tersebut di menit-menit terakhir.
Setelah terjun lebih dalam, dr Lisa merasa sedikit terkejut dengan ilmu yang ditekuninya. Karena tidak terlalu mengerti dengan bidang tersebut, awalnya ia berpikir bahwa bedah plastik hanya berurusan dengan yang bersih-bersih dan cantik-cantik.
"Ternyata begitu masuk, kita berhadapan dengan luka yang paling bau, pasien luka bakar yang lukanya paling jelek, paling sulit, paling kotor, dan itu sesuatu yang berbeda," ujar dokter kelahiran Jakarta, 9 April 1967 silam.
Tapi justru itulah yang membuat dr Lisa tertantang. Ia menemukan banyak aspek yang bisa ditangani dan tentunya bisa menolong lebih banyak orang.
"Bukan hanya menolong yang cantik-cantik, tapi ada pasien bibir sumbing, kecelakaan, luka bakar. Kepuasannya nggak bisa dinilai dengan uang," imbuh dr Lisa.
Ilmu bedah plastik memang tidak hanya berurusan dengan estetika yang membuat orang menjadi lebih cantik, tetapi juga ada operasi rekonstruksi yang berurusan dengan trauma, luka bakar, patah tulang, kecelakaan, cacat bawaan dan lainnya.
Secara pribadi, dr Lisa mengaku merasa lebih puas ketika harus menangani kasus rekonstruksi. Baginya, membantu membuat hidup pasien (yang mengalami kecacatan atau luka bakar parah) menjadi lebih baik jauh lebih memuaskan ketimbang membuat orang lebih cantik dengan memperbesarkan payudaranya atau memancungkan hidungnya.
"Kepuasan mengerjakan itu berbeda. Tentu senang juga kita mengerjakan operasi estetik dan orang puas. Tapi saya lebih puas dengan hasil kerja rekonstruksi. Tapi karena jumlah kita masih sedikit, kita mengerjakan semuanya general. Kalau di luar negeri sudah spesifik," tutup dr Lisa.
BIODATA
Nama lengkap
dr. Lisa Hasibuan, SpBP (K)
Tempat dan tanggal lahir
Jakarta, 9 April 1967
Riwayat pendidikan
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI)
FKUI Spesialis Bedah Plastik
Showa University Tokyo
Scholarship di USA
Jabatan
Staf pengajar di FK Unpad RS Hasan Sadikin, Bandung
Organisasi
Anggota Perhimpunan Dokter Bedah Plastik, Rekontruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI)
The International Confederation of Plastic Reconstructive and Aesthetic Surgery (IPRAS)
International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS)
The International Society for Burn Injuries (ISBI)
ISBW
(mer/)










































