"Seru sekali melihat tumbuh kembang janin di dalam rahim, mulai dari embrio yang berukuran hanya setitik kemudian ada denyut jantung, lalu menjadi ada tangan dan kaki, sampai akhirnya benar-benar jadi berbentuk sempurna seperti manusia dan lahir keluar. Apalagi dengan mengikuti perjalanan pasien dari pertama kali kontrol hamil dengan usia kehamilan hanya lima sampai enam minggu, kemudian terus kontrol tiap bulan, sampai akhirnya melahirkan, itu membuat saya senang sekali,” jelas dr Nando kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (9/9/2013).
Menurutnya spesialiasi kandungan dan kebidanan merupakan salah satu spesialiasi yang bisa membuatnya akrab dan mengenal dekat pasien serta pasangannya karena dalam satu kali proses kehamilan, dokter bisa bertemu dengan pasiennya sampai sepuluh kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota keluarga dr Nando sendiri memang ada tiga orang yang menjadi dokter kebidanan dan kandungan yakni sang ayah, saudara sepupu, dan tantenya. Hal tersebutlah yang salah satunya membuat dr Nando sejak awal sudah berminat pada bidang kebidanan dan kandungan saat kuliah di kedokteran.
"Saya pada dasarnya suka dan amazed dengan keseluruhan dari proses terjadinya kehamilan itu sendiri," ujarnya.
Terutama di bidang bayi tabung, menurut dr Nando masih banyak sekali rahasia-rahasia Tuhan yang belum diketahui. Semakin dr Nando belajar, maka ia makin sadar bahwa masih banyak sekali hal-hal yang belum bisa dijelaskan oleh dunia kedokteran.
"Bidang kedokteran itu whole life learning process, maka dengan menjadi dokter, kita di-push untuk terus melek dan update dengan perkembangan terbaru dan itu cocok sama saya yang dasarnya tidak suka sesuatu yang stagnan," jelas pria kelahiran Palembang ini.
Sebagian besar pasien yang ditangani dr Nando adalah pasangan usia 20 sampai 35 tahun. Meskipun usia pasiennya bervariasi, dr Nando mengaku tak ada bedanya menangani pasien yang berusia relatif masih muda ataupun sudah agak tua. Selama pasien merasa nyaman untuk berkomunikasi dan menyampaikan masalah yang dihadapi, dr Nando merasa tidak ada masalah.
Selama menangani pasiennya, dr Nando mengaku hampir tidak ada kendala, misalnya merasa agak risih saat memeriksa pasien yang memang semuanya wanita. Menurut dokter yang hobi travelling dan fotografi ini karena memang biasanya pasien yang datang ditemani pasangan, dan kalaupun tanpa pasangan, dalam pemeriksaan selalu ditemani oleh perawat.
Menurut pengalaman dokter berdarah Palembang-Padang ini, pada pasien yang belum menikah keluhan yang paling sering terjadi adalah nyeri ketika haid yang disebabkan endometriosis. Pada pasien yang berusia sekitar 40 sampai 50-an, biasanya keluhan seputar masa perimenopause seperti tiba-tiba merasa gerah dan panas (hotflush), berkeringat di malam hari (night sweat), siklus haid yang tidak teratur, dan perubahan emosi.
Sedangkan, pasien yang sudah menikah rata-rata datang untuk memeriksakan kandungannya atau mempunyai masalah sulit memiliki anak. "Masalah infertilitas biasanya 40 persen disebabkan karena faktor sperma suami, 40 persen faktor saluran telur istri dan adanya endometriosis lalu sisanya masih unexplained," jelas dokter berperawakan tinggi ini.
Saat ini dr Nando bergabung dengan tim Morula IVF Bunda International Clinic. Sehingga, selain menangani masalah kandungan pada umumnya, sebagian besar kasus yang ditanganinya adalah pasangan yang mempunyai masalah untuk memiliki buah hati.
"Kalau tindakan dan penanganan pasien ya pure saya sendiri. Tapi, karena kita satu tim, jadi sangat membantu kalau lagi ada yang ke luar kota atau ada tindakan lain, bisa saling cover," ucapnya.
Meski begitu, ketika ada kasus yang cukup sulit, dr Nando juga tak segan-segan berdiskusi dengan dokter yang lebih senior. "Praktiknya memang sendiri-sendiri, tapi kalau ada waktu saya juga sering berdiskusi dengan dokter yang lebih senior," imbuhnya.
Dalam menangani program bayi tabung, angka keberhasilan IVF di tempat dr Nando berpraktik yakni RSIA Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, menurutnya cukup bagus. Terutama jika usia pasien di bawah 43 tahun maka angka keberhasilannya bisa mencapai 40 sampai 50 persen.
Selama menjadi dokter kandungan, dr Nando mengaku ada salah satu kasus yang menurutnya cukup rumit yakni ada seorang pasien berusia 44 tahun yang masih ingin mencoba memiliki anak, padahal cadangan sel telurnya sudah sangat sedikit.
"Sekarang masih direncanakan persiapan program (bayi tabung)-nya, tapi belum dimulai," ujar dr Nando.
Meski ada kasus yang dinilainya cukup rumit, tapi dr Nando juga memiliki pengalaman paling berkesan selama ia menjadi dokter kandungan, yaitu membantu proses kelahiran tiga orang keponakannya.
"Saya orang pertama yang memegang dan melihat mereka, bahkan lebih dulu daripada orang tuanya. Memang saat itu saya membantunya sebagai asisten operasi dimana ayah saya yang menjadi operator. Tapi, saya yang mengeluarkan kepala mereka semua," kisah dr Nando sembari tertawa.
Sama halnya seperti kebanyakan dokter lainnya, dr Nando juga memiliki kesan tersendiri terhadap masing-masing pasien, misalnya saja pasien yang agak bawel, cerewet, atau agak mengesalkan. Jika seperti itu, maka dr Nando menyiasatinya dengan satu cara yaitu tersenyum. Lalu, diajaklah si pasien untuk berkomunikasi dengan lebih nyaman.
Sebab dia percaya bahwa pasien yang bawel atau menyebalkan pada dasarnya memiliki masalah yang ingin disampaikan tapi ia sulit dalam menyampaikan masalahnya. "Jadi, saya sebagai dokter harus lebih sabar sebagai orang yang akan membantu," ujarnya.
Namun, ada satu pasein yang paling berkesan baginya. Tahun 2011, ada seorang pasien yang ia bantu proses persalinan normalnya di RS Cipto Mangunkusumo. Lalu, pasien tersebut ngotot memberi nama anaknya dengan nama dr Nando.
"Padahal anaknya perempuan, kasian kan anaknya, ha ha ha. Tapi akhirnya setelah diskusi alot saya kasih solusi untuk pakai nama adik perempuan saya saja. Akhirnya dikasih nama adik saya yaitu Anesia Tania," tutur dr Nando.
Lantas, kepuasan apa yang paling dirasakan dr Nando selama bergelut di bidang kebidanan dan kandungan? "Puas banget rasanya kalau habis menolong orang yang melahirkan. Rasanya happy melihat bayi yang baru lahir dan itu hal yang bikin saya tidak bosan kerja. Selain itu senang sekali bisa melihat pasangan-pasangan yang lagi super happy karena ada satu makhluk kecil yang ikut meramaikan rumahnya," tutur dia.
Biodata
Nama lengkap: dr. Aryando Pradana,SpOG
TTL: Palembang, 6 Juni
Status: Menikah
Nama istri: Sakinah Landy
Pekerjaan : Dokter Fulltimer di RSIA Bunda Menteng +
Morula IVF Clinic Jakarta
Hobi: Fotografi, Travelling, Food Tasting
Asal: Keturunan Palembang-Padang
Domisili: Kalimalang
Pendidikan:
SMP Labschool Rawamangun Jakarta
SMUN 8 Jakarta
Pendidikan Dokter Umum Fak.Kedokteran Universitas Indonesia
Pendidikan Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Fak.Kedokteran Universitas Indonesia
Pengalaman:
1. Student Exchange Programme Participant for 1 month in Obs&Gynae Department in St.George Hospital, London
2. Mengikuti Workshop Laparoskopi Internasional
The FRESH (Fantastic Ramathibodi Gyn Endoscopic Surgery in Harmony : Reproductive & Oncology) di Ramathibodi Hospital, Faculty of Medicine, Mahidol University, Bangkok,
3. Narasumber DR.OZ TV di TransTV episode Resiko Kehamilan di Usia Lanjut
4. Narasumber DR.OZ TV di TransTV episode Aktifitas yang harus diperhatikan oleh ibu hamil
5. Narasumber Healthtalk di MNC lifestyle episode Berpuasa saat hamil
Narasumber Healthtalk di MNC lifestyle episode Surrrogate Mother
Penghargaan:
1. Penerima Tadjuluddin Award sebagai Lulusan Obsgyn Terbaik se- Indonesia
2. Mendapat Penghargaan sebagai Juara 1 untuk Presentasi Poster Ilmiah pada PIT FETOMATERNAL XIV di Hotel Sunan, Solo,
3. Mendapat Penghargaan sebagai Juara TerFavorit untuk Presentasi Poster Ilmiah pada Pagelaran Poster Departemen Obgyn FKUI,
4. Mendapat Penghargaan sebagai Juara ke 2 untuk Presentasi Poster Ilmiah di PIT POGI, Hotel Shangrila, Jakarta
5. Mendapat Penghargaan sebagai Juara 1 dalam Kompetisi Fotografi “one decade of medicine” Tingkat Nasional yang diadakan FK UNPAD
6. Mendapat Penghargaan sebagai Most Favorit Photo dalam Kompetisi dan Pameran Fotografi yang diselenggarakan oleh FK UI
(/)











































