"Jadi anggap saja pasien itu keluarga. Luangkan waktu yang banyak untuk komunikasi. Jangan capai untuk berkomunikasi," ucap dokter kandungan yang berpraktik di RS Bethsaida Serpong, Tangerang, ini, dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu yang lalu dan ditulis pada Rabu (23/4/2014).
Dengan menjalin komunikasi yang baik, maka pasien dan dokter akan saling menanamkan rasa saling percaya. Jika misalnya pasien tampak tidak yakin dengan diagnosanya, maka jangan ragu untuk meminta pasien mencari pendapat berbeda dari dokter lainnya alias second opinion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak merasa risih karena pasiennya adalah kaum perempuan? "Saya menjalani proses panjang sekitar 10 tahun lebih. Ada pendampingan sampai akhirnya bisa dilepas sendiri untuk menangani pasien. Sebenarnya semua pasien sama saja, karena niat kita kan membantu orang lain," tutur pria berkacamata ini.
dr Ricky juga masih miris dengan angka kematian ibu (AKI) yang masih kerap dilaporkan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan menjadi dokter kandungan, dia berharap bisa turut berpartisipasi menekan AKI di Tanah Air. Apalagi menurutnya jumlah dokter kandungan masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah pasien.
"Jumlah tenaga masih terbatas, itu yang jadi tantangan," sambung pria yang hobi diving, nonton film, dan main game ini.
dr Ricky saat ini hanya ingin berfokus pada pekerjaannya. Bukankah bekerja dengan baik dan bersungguh-sungguh juga termasuk ibadah? Dia meyakini sesuatu yang dibangun dan dilakukan dengan niat yang baik, maka akan memberikan hasil yang baik.
Biodata
Nama: Ricky Susanto
Tempat tanggal lahir: Jakarta 6 September 1980
Pendidikan: SI di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
S2 di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Status: Menikah
Tempat praktik: RS Bethsaida Serpong, Tangerang
(vit/up)











































