Bekerja dengan Nurani, Prinsip dr Jijin Sebagai Dokter di Usia 62 Tahun

Doctor's Life

Bekerja dengan Nurani, Prinsip dr Jijin Sebagai Dokter di Usia 62 Tahun

- detikHealth
Senin, 06 Okt 2014 09:22 WIB
Bekerja dengan Nurani, Prinsip dr Jijin Sebagai Dokter di Usia 62 Tahun
dr Jijin B. Irodati (Foto: Ajeng/detikHealth)
Jakarta -

Meski usianya tak lagi muda, dr Jijin B. Irodati berprinsip akan terus mengabdikan dirinya sebagai dokter umum di tempat praktik pribadinya yang terletak di Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur. Tak heran, ia didedikasikan sebagai Dokter Praktik Perorangan Terbaik 2014 versi BPJS Kesehatan.

"Saya sebelumnya sudah 19 tahun praktik di puskesmas, lalu 9 tahun di Dinas Kesehatan Lamongan. Setelah 32 tahun praktik, saya gabung ke Askes yang kemudian berganti menjadi BPJS Kesehatan," ungkap dr Jijin kepada detikHealth.

Hal tersebut ia ungkapkan setelah menerima penghargaan sebagai Dokter Praktik Perorangan Terbaik 2014 dari Wakil Presiden RI, Boediono. Acara ini sendiri dilaksanakan di Putri Duyung Ancol Convention Center, Jakarta, Senin (6/10/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Jijin menceritakan bahwa dirinya sengaja membuka praktik pribadi di rumahnya yang terletak di Jl Jombang No 132, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, agar bisa lebih mudah dalam membantu masyarakat di sekitarnya.

"Agar pasien-pasien yang datang tak repot, saya juga punya jejaring. Praktik di rumah saya sudah 'one stop service', jadi selain saya praktik umum ada juga dokter gigi, layanan laboratorium dan apotek. Jadi kalau habis berobat butuh obat, pasien tidak perlu kemana-mana lagi," imbuh ibu dari dua anak ini.

dr Jijin mengungkapkan juga bahwa meskipun usianya sudah tak lagi muda, ia berharap bisa terus berbakti menjadi seorang dokter untuk melayani masyarakat. "Prinsip saya bekerja dengan hati nurani, dengan begitu pasti akan ada kepuasan tersendiri. Saya bangga dengan profesi ini," tuturnya.

Ia juga berharap acara penghargaan semacam ini bisa kembali diadakan tahun berikutnya. Baginya penghargaan tak hanya sekadar penghargaan, tap juga bisa menjadi pacuan bagi tenaga-tenaga kesehatan lainnya untuk berkarya. "Terutama yang masih muda," kata dr Jijin.

Mendapatkan piala dan hadiah uang tunai sebesar Rp 30 juta, dr Jijin mengungkapkan dana tersebut akan ia gunakan guna mengembangkan kembali fasilitas-fasilitas yang ada di tempat praktiknya, terutama untuk kemudahan akses pasien.

(ajg/up)

Berita Terkait