Di balik keseriusannya menangani pasien, siapa sangka dr Hari Nugroho SpOG (31) dulunya adalah pecinta traveling yang hobi mengeksplor tempat-tempat di di dalam dan luar Jawa. Dalam urusan jalan-jalan, dr Hari lebih senang menjadi seorang backpacker dengan modal perjalanan ala kadarnya.
Hobi bacpacking dr Hari berawal dari kecintaannya mengeksplor kota lain di Jawa dengan roadtrip menggunakan sepeda motor, naik turun gunung, hingga sekarang menjelajah ke negeri seberang. Saat melakukan perjalanan, selain lebih nyaman sebagai backpacker, dr Hari pun lebih suka melakukannya sendiri. Dengan begitu, ia bisa lebih bebas saat ingin terjun langsung ke masyarakat di daerah tersebut.
"Saya juga berusaha mencari filosofi hidup di setiap daerah dan merasakan makanan lokalnya. Sehingga, waktu pulang kita nggak cuma punya foto di daerah tersebut, tetapi terjadi juga perubahan mindset yang mendalam dan harapannya bisa membawa hidup saya dan sekitar saya ke arah yang lebih baik," tutur dr Hari saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (15/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh simpelnya, ketika ia sedang di perjalanan dan merasa lapar. "Saya selalu mikir gini nih, saya makan di warung ke-5 di sebelah kiri dan saya konsisten. Seperti apa warungnya ya saya turun kecuali kalau ternyata makanannya tidak halal ya saya cari yang selanjutnya," kata ayah satu anak ini.
Kesibukannya di dunia kesehatan pun membuat dr Hari hampir setiap tiga bulan sekali mengikuti simposium atau kongres di luar negeri. Nah, momen inilah yang digunakan dr Hari untuk menyalurkan hobinya. Ia juga tak menyangkal punya hobi yang aneh-aneh jika berada di satu tempat yang baru. Maka dari itu, jika perjalanan dilakukan dengan kelompok, dr Hari lebih sering memisahkan diri. Apa sih hobi 'aneh' itu?
"Pergi ke pasar tradisional di kota tujuan jam 5 pagi di kala yang lain masih tidur, kemudian keliling ke semua museum di kota tersebut, coba cari rental sepeda buat keliling, dan nyobain segala macam transportasi umum," tutur dr Hari.
Ketika menghadiri acara ilmiah di luar negeri pun dr Hari selalu menambah dua atau tiga hari pasca acara agar bisa ber-bacpacking ria. Tak lupa ia selalu menyempatkan untuk mencicipi makanan lokal di daerah itu karena menurutnya selain harganya lebih murah, dr Hari juga bisa mengambil filosofi orang lokal di sana.
Dengan mengeksplor daerah-daerah baru baik di dalam atau luar negeri, dr Hari merasakan kepuasan karena ia bisa mengerti peradaban baru. Kepuasan tersendiri juga ia rasakan ketika bisa mengenal dan bicara dengan orang baru, serta menghirup udara di daerah baru. Apalagi, saat berhasil melawan perasaan unsecure hingga akhirnya menjadi familiar dengan daerah tersebut membawa kepuasan yang mendalam bagi dr Hari.
Semua tempat yang pernah dijelajahi menurut pria Kelahiran Surabaya 24 Mei 1983 ini meninggalkan berkas yang mendalam di otaknya. Yang jelas, setiap lokasi dianggap dr Hari bisa membentuk dirinya untuk menjadi orang lebih baik di satu sisi. Misalnya saja keinginannya untuk meniru disiplin dan kesopanan masyarakat Jepang yang dinilai dr Hari sangat luar biasa.
"Kalau Singapura seakan-akan berpesan pada saya bahwa tidak perlu punya sumber daya alam, hanya perlu menciptakan sistem yang baik dan Anda bisa maju. Jerman dan Austria membuat saya jatuh cinta dengan sistem transportasi umum baik bus maupun kereta api," lanjut dr Hari.
Selama pendidikan menjadi dokter kebidanan dan kandungan, hampir separuh waktu pedidikan dijalani dr Hari di luar daerah bahkan sampai kota terpencil seperti Selong (Lombok Timur) dan Soe (ditempuh dalam waktu 4 jam dari Kupang). Masa dinas luar inilah yang menjadi salah satu masa yang sangat menyenangkan bagi dr Hari. Sebab, kala itu ia bisa mengenal orang baru. Bahkan, sampai saat ini dr Hari masih berhubungan dengan perawat, bidan dan tenaga medis lain di daerah-daerah tersebut.
Dalam kesehariannya, lulusan FK Universitas Airlangga ini selalu berusaha untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ditambah dengan kesibukannya mengajar di FK Universitas Airlangga, dr Hari punya siasat agar ia tetap bisa 'menjelajah' hal-hal baru di sekitarnya. Caranya, di akhir pekan dr Hari harus memiliki rencana kegiatan selama 1 minggu ke depan, entah terkait urusan keluarga, penelitian, pendidikan, pelayanan, hingga traveling.
"Sampai saat ini saya masih pengen banget berpetualang lagi, in fact sekarang lagi program menurunkan berat badan dan ningkatin fitness level. Targetnya, bisa naik gunung lagi tahun depan. Bismillah, hehehe," ungkap dr Hari.
(rdn/vta)











































