Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa

Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Jumat, 05 Okt 2012 17:34 WIB

Jakarta - Emosi yang masih belum stabil membuat para remaja rentan mengalami goncangan jiwa saat menghadapi berbagai realita kehidupan mulai dari urusan belajar, konflik orangtua, hingga kecanduan game dan internet. Sebagian harus dirawat inap di rumah sakit jiwa karena gangguan jiwa berat. (Foto: detikHealth)

Sebagian pasien remaja di Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan yang berlokasi Grogol, Jakarta Barat merupakan limpahan dari dinas sosial. Ada yang merantau untuk mencari penghasilan, namun tidak sukses kemudian stres. Namun ada juga yang memang dikirim oleh keluarganya untuk mendapatkan terapi yang lebih baik. (Foto: detikHealth)
Di tempat ini, para remaja yang menjalani perawatan kejiwaan tetap diberi kesempatan untuk belajar. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan, mulai dari menggambar, bermain boneka hingga terapi perilaku bagi yang membutuhkan. (Foto: detikHealth)
Beberapa lukisan yang merupakan karya pasien gangguan jiwa yang dipajang di ruang terapi belajar. Tampak dalam foto adalah dr Suzy Yusna Dewi, SpKJ, Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJ Soeharto Heerdjan, Grogol. (Foto: detikHealth)
Dibandingkan kamar tidur untuk para remaja putri, kamar untuk remaja putra didesain agak berbeda. Ada teralis besi di setiap jendelanya, untuk mengantisipasi kalau ada pasien yang ingin kabur lewat jendela baik untuk melarikan diri maupun melakukan hal-hal lain yang tidak diinginkan mengingat kamar perawatan berada di lantai 2. (Foto: detiKHealth)
Kalau perilakunya mulai membahayakan orang lain, pasien yang menderita schizophrenia akan diikat di tempat tidur sampai kondisinya lebih tenang. Dengan obat-obatan antipsikotik serta terapi perilaku, perilaku pasien lama-lama bisa lebih terkontrol. (Foto: detikHealth)
Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 11,6 persen remaja usia 15 tahun ke bawah atau sekitar 19 juta remaja mengalami gangguan mental emosional berupa cemas dan depresi pada tahun 2007. Sementara gangguan jiwa berat rata-rata sebesar 0,46 persen atau sekitar 1 juta penduduk. (Foto: detiKHealth)
Killing Me Inside: Entah siapa yang membuat coretan-coretan ini di salah satu ruang perawatan. Siapapun itu, sepertinya sedang mengalami depresi berat. Atau mungkin penggemar berat sebuah grup band asal Jakarta. (Foto: detikHealth)
Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa
Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa
Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa
Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa
Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa
Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa
Kisah Para Remaja Penghuni Rumah Sakit Jiwa
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads