Semua Bisa Kena, Stop Kucilkan Pengidap HIV

Semua Bisa Kena, Stop Kucilkan Pengidap HIV

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 03 Des 2013 11:37 WIB

- Perilaku diskriminatif terhadap pengidap HIV muncul karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang infeksi ini. Tidak semua menyadari bahwa siapapun bisa tertular dengan tidak sengaja, sehingga enggan memberikan dukungan.

HIV dan AIDS tidak hanya mengancam orang dewasa yang suka gonta ganti pasangan seks atau menggunakan narkoba suntik. Jutaan anak di seluruh dunia pun terinfeksi virus yang hingga kini belum ada obatnya tersebut. (Foto: Uyung/detikHealth)
Infeksi HIV hampir tidak menampakkan gejala sehingga banyak yang tidak menyadarinya, lalu menularkannya ke orang lain. Oleh karenanya, tes HIV secara sukarela atau VCT (Voluntarily Counseling and Testing) sangat dianjurkan bagi siapa saja. (Foto: Uyung/ detikHealth)
Stigma negatif yang disandang para pengidap HIV membuat mereka terkucilkan sehingga sulit mengakses pengobatan. Dukungan sangat dibutuhkan oleh para pengidap untuk bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Pelukan, atau bahkan ciuman tidak menularkan virus tersebut. (Foto: Uyung / detikHealth)
Anak-anak umumnya tertular HIV dari orang tuanya melalui cairan plasenta selama berada dalam kandungan. Bagi orang tua, melindungi diri sendiri dari HIV dan AIDS berarti juga melindungi anak-anak dan keluarganya. (Foto: Uyung / detikHealth)
"Yang terjangkit jangan dimusuhi. AIDS boleh kita benci, tapi kita sayang sama orangnya," pesan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Dalam peringatan Hari AIDS 2013, Ahok tak cuma memberikan dukungan dalam bentuk tanda tangan pada papan yang disediakan tetapi juga pelukan bagi seorang pengidap HIV. (Foto: Uyung / detikHealth)
Semua Bisa Kena, Stop Kucilkan Pengidap HIV
Semua Bisa Kena, Stop Kucilkan Pengidap HIV
Semua Bisa Kena, Stop Kucilkan Pengidap HIV
Semua Bisa Kena, Stop Kucilkan Pengidap HIV
Semua Bisa Kena, Stop Kucilkan Pengidap HIV
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads