10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D

ADVERTISEMENT

10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 08 Sep 2017 13:13 WIB

Jakarta - Vitamin D didapat dari sinar matahari. Meski Indonesia selalu disinari matahari, namun tidak menutup kemungkinan ada orang yang rentan kekurangan vitamin D.

Pada usia 55 tahun ke atas adalah waktu yang pas untuk menikmati masa pensiun dengan santai. Namun saat menginjak usia tersebut justru membuat gerak menjadi berkurang sehingga sulit menghabiskan waktu di luar rumah dan tentu lebih sedikit mendapatkan vitamin D ketimbang saat muda dulu. Tidak hanya itu, kulit yang menua pun tidak bisa mensintesis vitamin D secara efisien. Foto: thinkstock

Orang yang bekerja di kantor mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 kemungkinan tidak terlalu banyak melihat matahari. Pekerjaan yang membatasi paparan sinar matahari mustahil mendapatkan vitamin D yang memadai. Foto: Thinkstock

Mereka yang berkulit gelap memiliki tingkat vitamin D yang lebih rendah dibanding dengan mereka yang yang berkulit cerah. Hal ini karena orang berkulit gelap memiliki lebih banyak melanin di epidermis (lapisan kulit terluar). Foto: Instagram kherispoppin

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang berarti penyerapannya bergantung pada kemampuan usus untuk mengonsumsi lemak. Faktanya orang dengan Inflammatory bowel disease (IBD) atau yang juga dikenal dengan nama penyakit radang usus memiliki tingkat vitamin D yang tidak mencukupi. Foto: Getty Images

Pada vegan dan vegetarian juga rawan kekurangan vitamin D karena sebagian besar sumber vitamin D alami berasal dari produk hewani seperti salmon dan kuning telur. Foto: iStock

Orang dengan persentase lemak tubuh tinggi rentan kekurangan vitamin D. Karenanya bicaralah dengan dokter untuk mengetahui berapa banyak vitamin D harian yang tepat untuk Anda. Foto: Instagram

Orang yang mengonsumsi obat tertentu, seperti prednison (merek Deltasone, Rayos, dan Prednicot), obat-obatan anti-berat badan seperti orlistat (nama merek Xenical dan Alli), dan kolestiramin obat penurun kolesterol (nama merek Questran, LoCholest, dan Prevalite) dapat mengganggu metabolisme vitamin D. Jika Anda menggunakan obat ini, pastikan untuk memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter. Foto: Thinkstock

Mereka yang didiagnosis dengan arthritis atau fibromyalgia disebut rentan kekurangan vitamin D. Kurangnya vitamin D dapat menyebabkan sendi dan otot terasa sakit. Jika ini berlangsung selama beberapa minggu, tanyakan kepada dokter apakah mungkin Anda tidak cukup mendapat vitamin D. Cukup vitamin D dapat mencegah nyeri pasca olahraga dan meningkatkan kecepatan pemulihan otot. Foto: Thinkstock

 Orang dengan kadar vitamin D rendah dalam darah dua kali lebih mungkin didiagnosis mengalami depresi. Foto: Getty Images

Menurut sebuah penelitian tahun 2017 terhadap 2.600 pria. Peserta studi dengan tingkat vitamin D terendah memiliki dua kali lipat risiko sakit kepala kronis dibandingkan dengan peserta studi dengan tingkat tertinggi. Sementara hubungan spesifik antara sakit kepala dan vitamin D masih belum jelas, para peneliti percaya bahwa nutrisi dapat membantu memerangi peradangan yang menyebabkan migrain dan sakit kepala. Foto: thinkstock

10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D
10 Tipe Orang yang Rentan Kekurangan Vitamin D

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT