Jakarta - Para ahli menyebut ada beberapa ruangan yang harus dihindari untuk meminimalisir penularan Corona.
Foto Health
Ini Ciri Ruangan yang Berisiko Tinggi Penularan Corona
Para ahli menemukan bukti bahwa virus Corona COVID-19 dapat bertahan di udara untuk sementara waktu dan memiliki potensi menempuh jarak lebih dari 1 meter. Paula Bronstein/Getty Images
Profesor Bruce Y Lee, yang menulis soal kesehatan untuk The Forbes menyebut ada beberapa tempat yang harus dihindari untuk menimalisir risiko penularan Corona. Getty Images
Tempat tertutup di mana orang tidak memakai masker. Bukan berarti ruangan tertutup membuat penularan virus Corona menjadi rendah sehingga kamu tidak perlu memakai masker. Lokasi tertutup dan tempat yang kecil juga disebut memiliki risiko penularan tinggi Corona. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Menurut Bruce, ada kemungkinan jika virus Corona dapat bertahan di udara. Sehingga memungkinkan meningkatkan risiko penularan Corona di tempat tertutup. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ruangan pengap. Area pengap juga disebut berisiko ringgi terjadinya penularan Corona. Tidak hanya rumah, gudang, atau tempat-tempat yang bukan merupakan tempat umum. Hal ini menurutnya berlaku untuk tempat seperti bar, restoran, toko, dan toko-toko bisnis lainnya. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Kurang ventilasi. Menurut Bruce, masih belum jelas bagaimana virus Corona SARS-CoV2 dapat menular atau melakukan perjalanan hingga bertahan dalam ruangan dengan ventilasi yang berbeda. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Masih dibutuhkan lebih banyak studi, tetapi untuk memastikan tetap aman pastikan ruangan di sekitar memiliki ventilasi yang benar-benar efektif dalam keluar masuknya udara lama dengan udara segar, baik dari luar atau saat menyaring udara. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi











































