China - Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu?
Foto Health
Siap Edar Awal 2021, Seperti apa Proses Pembuatan Vaksin Sinovac?
Perusahaan farmasi China, Sinovac, mengatakan bahwa vaksin virus Corona yang tengah dikembangkannya harus siap didistribusikan ke seluruh dunia pada awal 2021 mendatang.
Seperti diketahui, vaksin COVID-19 dari Sinovac tersebut kini sedang dalam proses uji klinis, sebagian di antaranya tengah memasuki tahap uji klinis ketigas. Di antaranya Sinovac Biotech yang bekerja sama dengan Bio Farma, Wuhan Institute bersama Sinopharm, Beijing Institute bersama Sinopharm.
Dilansir dari Deutsche Welle Sinovac sedang mengembangkan salah satu dari empat kandidat vaksin teratas Cina, dua diantaranya yaitu vaksin yang dikerjakan bersama SinoPharm dan dengan perusahaan swasta yang berafiliasi dengan militer, CanSino.
Lebih dari 24.000 orang telah berpartisipasi dalam uji klinis vaksin corona Sinovac di Brasil, Turki, dan Indonesia, dan dengan uji coba tambahan dijadwalkan untuk Bangladesh dan mungkin Chili.
Sinovac memilih negara-negara tersebut karena mereka semua memiliki infeksi wabah yang serius, populasi yang besar, dan kapasitas penelitian dan pengembangan yang terbatas
Dibangun dalam beberapa bulan, pabrik Sinovac dirancang untuk memproduksi setengah juta dosis vaksin setahun. Fasilitas bio-secure terlihat sibuk pada hari Kamis (24/09) tengah mengisi botol-botol kecil dengan vaksin dan mengemasnya. Perusahaan memproyeksikan akan mampu memproduksi beberapa ratus juta dosis vaksin pada Februari atau Maret tahun depan.
Sinovac juga mulai menguji dosis kecil vaksin corona pada anak-anak dan orang tua di Cina setelah melihat peningkatan jumlah kasus secara global di antara kedua kelompok tersebut.
Seperti diketahui, China memiliki beberapa vaksin COVID-19 yang tengah dikembangkan. Salah satunya Sinovac, perusahaan tersebut mengumumkan vaksin CoronaVac siap didistribusikan dan disuntikkan kepada masyarakat awal 2021.
Dikutip dari CNBC, pendistribusian vaksin COVID-19 termasuk ke Amerika Serikat (AS). CEO SinoVac, Yin Weidong, juga berjanji mengajukan permohonan izin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menjual CoronaVac di AS.
Ada dua tahap distribusi vaksin yang rencananya akan dipelajari dan dinilai dengan cermat terlebih dahulu. Tahap pertama, vaksin akan didistribusikan secara proporsional. Artinya, setiap negara yang tergabung dalam COVID-19 Vaccines Global Access Facility (Covax) akan mendapat dosis vaksin untuk 3-20 persen dari total populasi. Jika nyatanya pasokan vaksin masih terbatas, maka akan dialihkan ke metode alokasi yakni rencana tahap kedua. Dalam tahap ini, Covax akan mempertimbangkan tingkat risiko dari setiap negara, selanjutnya akan mengirimkan lebih banyak dosis vaksin ke negara-negara dengan risiko tinggi tersebut.











































