Jakarta - Pandemi COVID-19 mengakibatkan peningkatan limbah medis pada 2020. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, berat limbah medis mencapai 12.785 ton.
Picture Story
Begini Penampakan Limbah Medis DKI Jakarta
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan limbah medis di kawasan Dipo Ancol, Jakarta Utara, Senin (1/2/2021).
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah mengumumkan data limbah medis infeksius selama pandemi COVID-19 pada 2020. Berdasarkan data mereka, berat limbah medis ini yakni 12.785 ton.
Data limbah infeksius seberat 12.785 ton tersebut terhitung dari April hingga Desember 2020.
Petugas memisahkan limbah medis dengan sampah lainnya.
Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, merinci bahwa 1.538 kg sampah merupakan masker dari rumah tangga, lalu 6.391.881 kg sampah dari fasilitas kesehatan. Kemudian 1.227.574 kg dari rumah sakit rujukan pasien COVID-19, dan 1.227.574 kg dari rumah sakit yang tidak melayani COVID-19.
Sejak awal pandemi, DKI Jakarta sudah melakukan penanganan limbah medis dari rumah tangga. Hal ini dilakukan agar limbah medis bisa ditangani dengan baik dan menghindari potensi penularan COVID-19.
Petugas kebersihan melakukan pemilahan dan pengumpulan limbah infeksius dari rumah tangga seperti masker bekas agar ditangani dengan semestinya. Kemudian pihaknya bekerja sama dengan pengolah limbah B3 berizin untuk pemusnahannya.
Mayoritas limbah medis berupa sampah masker.
Petugas mendata truk dan volume sampah yang dibuang di kawasan Dipo Ancol, Jakarta Utara.
Meningkatnya limbah medis di tengah pandemi virus Corona COVID-19 jadi tantangan tersendiri. Bila otoritas lalai atau kewalahan mengelolanya, bukan tidak mungkin limbah medis jadi masalah sumber penyakit baru.











































