Jakarta - Layanan tes GeNose sudah beroperasi di Stasiun Senen. Hasil tes itu menjadi syarat perjalanan bepergian keluar daerah. Yuk lihat proses tes GeNose.
Foto Health
Intip Tes GeNose Penumpang KA di Stasiun Senen
Sejumlah penumpang kereta antre untuk tes GeNose di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (26/4/2021).
Cara kerja GeNose yaitu dengan meminta pasien untuk menghembuskan nafas ke sebuah tabung khusus, yang nantinya sensor didalam tabung akan bekerja untuk mendeteksi VOC.
Bagi masyarakat yang ingin melengkapi persyaratan menggunakan KA Jarak Jauh, KAI telah menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19.
Selain memiliki tingkat akurasi yang tinggi, Test GeNose juga terbilang cukup nyaman untuk diambil karena hanya perlu untuk menghembuskan nafas, dibanding dengan Test Swab dan lainnya.
Tes GeNose telah diizinkan secara resmi penggunaannya oleh Satgas penanganan COVID-19 sebagai syarat perjalanan dengan kereta api.
Data yang diperoleh dari pemeriksaan akan memunculkan hasil apalah pasien Negatif atau Positif Covid-19 dalam waktu kurang dari 2 menit.
GeNose hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit untuk melakukan deteksi virus.
Test GeNose mendeteksi adanya Virus Corona dengan melihat Volatile Organic Compound (VOC). Dimana VOC biasanya terbentuk karena tersapat infeksi Covid-19 yang keluar bersamaan dengan nafas.
Warga menyerahkan embusan napasnya untuk diperiksa.
Biaya untuk tes GeNose Rp 30.000.
PT KAI (Persero) akan menggunakan GeNose untuk mendeteksi COVID-19.
Saat ini pemerintah memperketat syarat perjalanan swab PCR, antigen, dan tes GeNose H-14 pelarangan mudik lebaran, terhitung sejak 22 April hingga 5 Mei, kemudian dilanjut 7 hari setelah rentang waktu pelarangan mudik yaitu 18 Mei hingga 24 Mei 2020.
Surat keterangan hasil pemeriksaan GeNose Test yang menyatakan negatif COVID-19 bisa menjadi syarat perjalanan pelanggan kereta jarak jauh seperti Rapid Test Antigen atau RT-PCR.
Sebelumnya, orang yang mau naik pesawat, kapal, atau kereta bisa menyertakan hasil tes Corona PCR atau rapid antigen dengan jarak waktu 2x24 jam atau 3x24 jam. Kini, pelaku perjalanan wajib tes PCR atau antigen 1x24 jam sebelum perjalanan. Ada pula pilihan tes GeNose sebelum keberangkatan.











































