Manila - Warga Filipina rela antre hingga malam demi vaksin COVID-19. Antrean itu terjadi usai ada isu yang sebut penduduk yang tak vaksin akan kehilangan bantuan tunai.
Foto Health
Diancam Duterte, Warga Filipina Rela Antre Vaksin Hingga Larut Malam
Ribuan penduduk memadati pusat vaksinasi COVID-19 di ibu kota Filipina, Manila, hingga malam hari.
Kondisi ini terjadi setelah ada berita hoaks yang menyebut penduduk yang tidak divaksinasi akan kehilangan bantuan tunai dan dilarang meninggalkan rumah selama lockdown dua pekan yang dimulai Jumat ini.
Pemerintah menempatkan Manila dalam kebijakan lockdown mulai Jumat (6/8) lalu hingga 30 Agustus mendatang. Kebijakan diambil karena lonjakan baru kasus COVID-19 yang mengancam bakal membanjiri rumah sakit.
Jam malam selama delapan jam diberlakukan di wilayah ibu kota mulai pukul 20.00 dan pos pemeriksaan polisi didirikan di perbatasan kota.
Sehari sebelum lockdown tersebut, berita hoaks menyebar di media sosial menyebut penduduk yang tidak divaksinasi akan dilarang meninggalkan rumah mereka untuk pergi bekerja atau kehilangan bantuan 1.000 peso atau setara dengan 20 dolar AS.
Berita itu pun membuat banyak orang langsung menuju pusat vaksinasi di kota Manila, Las Pinas, dan Antipolo bahkan tanpa registrasi sebelumnya.
Ribuan orang mengantre beberapa blok di pusat-pusat pemerintahan dan pusat perbelanjaan yang ditunjuk sebagai pusat vaksinasi. Suasana di tempat-tempat tersebut banyak yang memicu pertengkaran dan keluhan hingga adanya kemacetan lalu lintas.
Di Manila saja, hingga 22 ribu orang muncul di luar pusat vaksinasi sebelum fajar. Orang-orang turun berkelompok dan tiba dengan mobil van dari provinsi terdekat.
Banyak dari mereka yang tidak terdaftar di bawah program vaksinasi Manila. Polisi terpaksa menghentikan vaksinasi di setidaknya salah satu pusat perbelanjaan dan meminta orang banyak untuk kembali ke rumah.











































