Singapura - Singapura melaporkan kasus gejala berat dan angka pasien Corona rawat inap meningkat beberapa hari ini. Mereka terinfeksi dari klaster perkantoran dan asrama.
Picture Story
Kasus Corona di Singapura Melonjak
Per 17 September, Singapura mencatat lebih dari 900 kasus baru COVID-19, 838 di antaranya adalah penularan komunitas dan 96 lainnya infeksi di penghuni asrama. Paula Bronstein/Getty Images.
Kementerian Kesehatan Singapura menyebut 241 di antaranya adalah lansia berusia sekitar 60 tahun. Paula Bronstein/Getty Images.
Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa pihaknya memantau total 12 klaster besar dengan kasus baru. Ore Huiying/Getty Images.
Sekelompok kasus baru ditemukan di Sembcorp Marine, dengan total 26 kasus. Ada 23 anggota staf yang terinfeksi, dan tiga lainnya kontak rumah tangga. Klaster Sembcorp Marine Tuas Boulevard Yard terus meluas menjadi 107 kasus. Sementara klaster Panti Jompo Orange Valley di Simei tercatat sebanyak 17 orang positif Corona. Paula Bronstein/Getty Images.
Klaster lainnya yang lebih besar berasal dari Chinatown Complex. Ada 256 kasus yang diidentifikasi dari klaster tersebut, 187 di antaranya adalah pemilik kios dan asisten, 11 petugas kebersihan dan 58 kontak kasus dari keluarga. Ore Huiying/Getty Images.
Kasus pasien Corona yang dirawat inap juga meningkat. Totalnya sebanyak 813 kasus. Meski sebagian besar dalam keadaan terkontrol dan di bawah pengawasan intensif, 90 di antaranya sakit parah dan memerlukan suplementasi oksigen, 14 lainnya kritis di unit perawatan intensif. Paula Bronstein/Getty Images.
Meski begitu, Kementerian Kesehatan setempat mengatakan bahwa kasus di klaster rumah sakit menurun. Luis Enrique Ascui/Getty Images.
Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menyebut Singapura harus siap untuk melihat kasus COVID-19 harian melebihi angka 1.000, segera. Mr Ong mencatat pada hari Jumat bahwa hari ke 26 dari gelombang saat ini menunjukkan kasus harian telah berlipat ganda setiap pekan. Luis Enrique Ascui/Getty Images.
Saat ini pemerintah Singapura mendorong warganya untuk mau divaksinasi COVID-19. Mereka melarang warganya yang tidak divaksinasi untuk masuk ke fasilitas publik. Ore Huiying/Getty Images.











































