Jakarta - Korps Wanita TNI AL menyelenggarakan vaksinasi anak di Madrasah Al Wathoniyah 43, Jakarta. Kegiatan itu mendukung pemerintah terkait pembelajaran tatap muka.
Foto Health
Serbuan Vaksin TNI AL untuk Dukung Sekolah Tatap Muka 100%
Prajurit Korps Wanita TNI AL memberikan vaksin Sinovac dosis pertama kepada anak-anak di kawasan Madrasah Al Wathoniyah 43, Rorotan, Jakarta Utara, Senin (3/12).
Kegiatan tersebut merupakan gerakan serbuan vaksin TNI AL.
Jumlah peserta vaksin hari ini adalah 200 anak.
Kegiatan vaksinasi ini digelar guna menyambut hari ulang tahun (HUT) Kowal ke-59 yang dirayakan setiap 5 Januari sekaligus mendukung program pemerintah terkait pembelajaran tatap muka (PTM).
Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu pemerintah untuk melakukan percepatan vaksin. Khususnya untuk anak-anak di bawah 12 tahun yang saat ini lagi gencar-gencarnya untuk divaksin.
Karena saat ini Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan Pembelajaran Tatap Muka 100 persen. Itu bearti semua anak di tingkat sekolah dasar harus sudah divaksin dosis 1.
Tenaga kesehatan yang dilibatkan untuk serbuan vaksin ini sebanyak 20 orang.
Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun dan usia 6-11 tahun.
Menurut KPAI tingkat vaksinasi harus mencapai minimal 70 persen dari populasi di sekolah. Hal ini agar terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di lingkungan sekolah.
Tenaga kesehatan ini berasal dari Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Diskesal) dan Pangkalan Utama TNI AL III.
Selain itu, KPAI meminta pemerintah pusat memastikan penyediaan vaksin untuk anak merata di seluruh Indonesia.
Survei singkat KPAI pada Agustus lalu menemukan bahwa vaksinasi anak didominasi oleh Pulau Jawa.
Pemprov DKI Jakarta melaporkan, saat ini sebanyak 560 ribu anak usia 6-11 tahun telah disuntik vaksin COVID-19 dosis pertama.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan target vaksin anak usia 6-11 tahun pada Januari harus sudah mencapai 1,1 juta anak untuk pemberian dosis pertama.











































