Jakarta - Ronald Regen adalah perajin kaki palsu yang juga penyandang disabilitas. Semangatnya tak pernah padam untuk membantu sesama penyintas disabilitas. Ini karyanya.
Picture Story
Salut...! Perajin Kaki Palsu Ini juga Penyintas Disabilitas Lho
Inilah deretan kaki palsu karya-karyanya. Sang Pemiliki yang punya nama sama dengan Presiden Amerika Serikat ke-40 itu tetap semangat produksi kaki palsu meski dihantam pandemi.
Kondisi yang tak menentu ini memang cukup membuat sulit berbagai pihak, tak terkecuali yang dialami oleh Ronal Regen ini. Ia tetap terus memproduksi kaki palsu bersama kawan-kawan pekerjanya yang memiliki hal sama. Yakni penyintas disabilitas.
Ini saat Ronald Regen berkarya membuat kaki palsu bersama rekan-rekannya. Ia mendirikan workshop di bilangan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Ia sudah berhasil memasarkan kaki palsunya ke berbagai daerah di Indonesia. Bahkan hasil karyanya ada yang sudah tembus ke pasar Asia Tenggara.
Pascaamputasi belasan tahun silam, Ronald mendapatkan bantuan kaki palsu gratis yang diberikan salah satu komunitas di Bogor, Jawa Barat. Sejak saat itulah mulai timbul ide untuk membuat kaki palsu.
Workshopnya kini berada di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia memulai usaha sejak 2015 dengan uang hasil tabungannya.
Dari tempat sederhana inilah, ia berhasil mempekerjakan karyawan atau perajin kaki palsunya yang juga senasib memiliki hal sama. Yakni penyandang disabilitas.
Bahkan kini dirinya menjadi penggerak semangat para perajin kaki palsu yang juga disabilitas untuk bangkit dari pandemi COVID-19.
Ronald Reagen (33) sendiri harus kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan kerja. Meskipun sempat terpuruk dan putus asa, tapi kini ia berhasil bangkit.
Harga kaki palsu yang ditawarkan mulai dari Rp2 juta hingga Rp45 juta, tergantung dari bahan yang digunakan dan tingkat kesulitannya. Prostesis dan Ortosis bikinannya itu ada yang berbahan dasar poly propylene, plastik, stainless steel, karet, hingga titanium. Teknik pembuatannya pun ia dipelajari dari penelitian dan riset di internet.
Ronald juga mempekerjakan pembuat kaki palsu itu dengan orang-orang yang memiliki nasib yang sama. Yakni penyintas disabilitas. Dengan harapan, semangat berjuang dan bekerja kerasnya itu dalam menghasilkan karya kaki palsu dan bisa meningkatkan pendapatan ekonominya.
Inilah potret kebersamaan keluarga Ronald Regen disela-sela aktivitasnya. Meskipun permintaan konsumen relatif kecil, Ia bersama kawan-kawannya tetap memproduksi kaki palsu dengan harapan bisa membantu kaum difabel lain untuk hidup mandiri. Kondisi fisik tak menyurutkan semangatnya untuk bangkit dan terus berkarya.











































