4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi

ADVERTISEMENT

Foto Health

4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi

Pool - detikHealth
Minggu, 27 Nov 2022 14:00 WIB

Jakarta - Resesi seks mengacu kepada risiko krisis demografis karena banyak wanita yang berhenti melahirkan. Kondisi ini terjadi di sejumlah negara.

Office workers take a rest during a sunny day near lanterns displayed for the upcoming celebration of Vesak day at the Cheonggyecheon stream on May 19, 2021  in Seoul, South Korea. (Photo by Chris Jung/NurPhoto via Getty Images)

Pada 2021, berdasarkan data pemerintah Korea Selatan mencatat tingkat kesuburan hanya 0,81 persen. Padahal idealnya satu negara harus memiliki tingkat kesuburan 2,1 persen untuk menjaga populasi. Tak hanya itu, di Negeri Ginseng tersebut kini makin banyak anak muda yang tak mau menikah. Para wanita yang sudah menikah juga memilih untuk tidak hamil. Chris Jung/NurPhoto/Getty Images

High school students enter Gyeongbokgung Palace for a school trip on September 1st, 2022 in Seoul, South Korea. The government will suspend the obligation to submit a COVID-19 inspection confirmation before entering all domestic and foreign residents entering from overseas on September 3. (Photo by Chris Jung/NurPhoto via Getty Images)

Tidak ada angka resmi mengenai berapa banyak warga Korea Selatan yang memilih untuk tidak menikah atau memiliki anak. Namun berdasarkan data badan statistik nasional menunjukkan pada 2020 terjadi sekitar 193 ribu pernikahan di negara tersebut. Angka ini mengalami penurunan dari pada 1996 yang saat itu mencapai 430 ribu. Data itu juga menunjukkan bahwa tahun lalu bayi lahir sekitar 260.600, sementara puncak kelahiran di negara tersebut mencapai 1 juta pada 1971. Chris Jung/NurPhoto/Getty Images

SHANGHAI, CHINA - JULY 11: A photo shows a view from the street as part of the 'World Population Day' on July 11, 2022 in Shanghai, China. With a total area of ââ6,340 square kilometers, Shanghai has 16 municipal districts and a population of 23.616 million, making it one of the largest metropolitan areas in the world in terms of population and area. (Photo by Stringer/Anadolu Agency via Getty Images)

Negara dengan populasi terbanyak di dunia yakni 1,4 miliar, China disebut sedang mengalami 'resesi seks'. Diprediksi tahun ini angka kelahiran akan mencetak rekor terendahnya lantaran telah menurun berada di bawah 10 juta, dibandingkan tahun lalu 10,6 juta anak lahir per tahun. Angka itu juga ternyata menurun 11,5 persen dari 2020. Getty Images/Anadolu Agency    

XIANJU, CHINA - OCTOBER 08: Children ride tricycles at a kindergarten on October 8, 2021 in Xianju County, Taizhou City, Zhejiang Province of China. (Photo by Wang Huabin/VCG via Getty Images)

Presiden China Xi Jinping telah melakukan beragam cara untuk meningkatkan angka kelahiran seperti pengurangan pajak hingga uang tambahan untuk anak ketiga. Namun, strategi ini tidak cukup membuat angka kelahiran kian meningkat. Bahkan, per 2021, angka kesuburan berada di 1,16 di bawah standar yakni 2,1. Wang Huabin/VCG/Getty Images

TOKYO, JAPAN - JULY 29: People wearing face masks cross Shibuya crossing on July 29, 2022 in Tokyo, Japan. The World Health Organization (WHO) announced that Japan's COVID-19 cases between July 18 to 24 reached 970,000, the highest in the world. (Photo by Yuichi Yamazaki/Getty Images)

Krisis populasi di Negeri Sakura ini di depan mata lantaran tingkat perkawinan dan kelahiran di negara itu tergolong terendah sepanjang sejarah. Berdasarkan laporan terbaru, angka pria dan wanita di Jepang yang tidak ingin menikah memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Getty Images/Yuichi Yamazaki    

Children play with bubbles as the Tokyo tower looms in the background in Tokyo on November 10, 2022. (Photo by Yuichi YAMAZAKI / AFP) (Photo by YUICHI YAMAZAKI/AFP via Getty Images)

Sebuah data dari Institut Nasional Kependudukan dan Jaminan sosial menemukan bahwa 17,3 persen pria dan 14,6 persen wanita berusia antara 18 dan 34 tahun di Jepang menyebut mereka tidak berminat menikah. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuesioner pertama kali dilakukan pada 1982. Pada 2021, jumlah bayi yang lahir di Jepang mengalami penurunan 29.231 atau 3,5 persen. Sedangkan untuk jumlah pernikahan turun 24.391 dari 501.116, angka terendah sejak akhir perang dunia kedua. Yuichi Yamazaki/AFP/Getty Images

Runners are seen in silhouette and their shadows cast on the Marina Bay promenade as they jog at the start of a work day on Friday Aug. 4, 2017, in Singapore. The Marina Bay Sands hotel towers, right, ArtScience Museum, left, and Singapore Flyer, second left, are seen in the background. (AP Photo/Wong Maye-E)

Di Singapura angka kelahiran bayi pada 2021 adalah 1,12. Angka ini lebih rendah dibandingkan angka rata-rata global yakni 2,3. AP/Wong Maye-E  

Pedestians cross a bridge in the scenic Marina Bay area in SIngapore on Sunday, 31st July, 2022. (Photo by Joseph Nair/NurPhoto via Getty Images)

Penyebab terjadinya 'resesi seks' di Singapura karena pemerintah mengizinkan para wanita untuk melakukan pembekuan telur. Padahal, awalnya izin ini hanya diberikan kepada wanita dengan kondisi medis tertentu seperti sedang melakukan kemoterapi. Joseph Nair/NurPhoto/Getty Images

4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi
4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi
4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi
4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi
4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi
4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi
4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi
4 Negara Ini Dihantui Resesi Seks, Terancam Krisis Populasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT