Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata

ADVERTISEMENT

Foto Health

Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata

Agung Pambudhy - detikHealth
Sabtu, 03 Des 2022 18:38 WIB

Jakarta - Mata minus jadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Dengan adanya teknologi ReLEx SMILE PRO, pasien bisa bebas dari kacamata.

Mata minus menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Dengan adanya teknologi ReLEx SMILE PRO, pasien bisa bebas dari kacamata.

Tim dokter bedah mata RS Mata JEC @ Kedoya sedang menjalankan tindakan bedah laser refraktif terhadap seorang pasien menggunakan teknologi ReLEx SMILE PRO di Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya, Jakarta, Sabtu (3/12/2022).

Mata minus menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Dengan adanya teknologi ReLEx SMILE PRO, pasien bisa bebas dari kacamata.

ReLEx SMILE PRO berupa teknologi bedah refraktif untuk mengoreksi mata minus dan silinder yang bekerja ekstra cepat dengan durasi kurang lebih 10 detik. 

Mata minus menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Dengan adanya teknologi ReLEx SMILE PRO, pasien bisa bebas dari kacamata.

JEC menjadi institusi kesehatan mata pertama di Indonesia, yang memiliki teknologi bedah laser tercanggih ini. 

Mata minus menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Dengan adanya teknologi ReLEx SMILE PRO, pasien bisa bebas dari kacamata.

Secara global, kelainan refraksi yang tak terkoreksi merupakan penyebab utama gangguan penglihatan yang dapat diperbaiki/direhabilitasi. Jumlah penderitanya mencapai 88,4 juta orang.

Mata minus menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Dengan adanya teknologi ReLEx SMILE PRO, pasien bisa bebas dari kacamata.

Mata minus menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Studi menyebut, sekitar 40% dari populasi dunia (3,3 miliar orang) akan menderita miopia pada 2030 mendatang. Bahkan, akan mencapai lebih dari setengah populasi dunia (4,9 miliar orang) pada 2050.

Mata minus menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Dengan adanya teknologi ReLEx SMILE PRO, pasien bisa bebas dari kacamata.

Salah satu langkah menangani mata minus adalah prosedur bedah menggunakan laser yang bertujuan memperbaiki fungsi penglihatan sehingga tidak memerlukan kacatama atau lensa kontak. 

Mata minus menjadi salah satu jenis kelainan refraksi yang prevalensinya terus meningkat. Dengan adanya teknologi ReLEx SMILE PRO, pasien bisa bebas dari kacamata.

Waktu tindakan dan pemulihan yang cenderung lebih singkat menjadi keunggulan layanan ini. Meski demikian, kekhawatiran terhadap tindakan laser masih kerap muncul di tengah masyarakat; antara lain, adanya efek samping dan ketakutan terhadap risiko cedera operasi.

Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata
Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata
Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata
Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata
Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata
Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata
Nih, Teknologi Laser yang Bikin Pasien Bebas dari Kacamata

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT