Jepang - Peminat kelas senyum meningkat di Jepang usai pandemi COVID-19. Mereka membayar 7.700 yen atau sekitar Rp 816 ribu per jamnya untuk berlatih tersenyum.
Foto Health
Unik, Warga Jepang Ikut Kursus Senyum Gegara Kelamaan Pakai Masker
Pelatih senyum Keiko Kawano mengajar siswa pada kursus pelatihan senyum di Sekolah Seni Sokei di Tokyo, Jepang, Selasa (30/5/2023).
Di salah satu kelas Keiko Kawano baru-baru ini, terlihat beberapa siswa sekolah seni Tokyo mendekatkan cermin ke wajahnya. Mereka merentangkan sisi mulut ke atas dengan jari-jari, yang ternyata merupakan latihan cara tersenyum.
Sebagai seorang instruktur, Kawano melihat lonjakan permintaan di Jepang itu setelah warganya biasa memakai masker selama pandemi. Bahkan, sebelum pandemi memakai masker menjadi hal yang normal bagi warga Jepang selama musim demam dan musim ujian agar tidak sakit.
Perusahaan Kawano Egaoiku, yang secara harfiah berarti 'Pendidikan Senyuman' mengalami lonjakan permintaan lebih dari empat kali lipat dari tahun lalu. Pelanggannya terdiri dari perusahaan yang sedang mencari tenaga penjualan yang lebih mudah didekati, dan pemerintah daerah yang ingin meningkatkan kesejahteraan penduduknya.
Dikutip dari Reuters, kelas latihan senyum ini dikenakan biaya sebesar 7.700 yen atau sekitar 816 ribu rupiah per jamnya. Salah satu peserta kursus, Himawari Yoshida (20), mengatakan kelas ini sangat bagus untuk persiapan di dunia kerja.
Sebelumnya, pemerintah Jepang telah mencabut rekomendasi aturan wajib masker sejak bulan Maret lalu. Meski begitu, masih banyak warga di sana yang belum bebas masker setiap harinya.
Sebuah jajak pendapat oleh penyiar publik NHK pada bulan Mei menunjukkan 55 persen orang Jepang mengatakan bahwa mereka memakainya sesering dua bulan sebelumnya. Hanya 8 persen yang mengatakan mereka telah berhenti memakai masker sama sekali.
Menariknya, kira-kira seperempat dari siswa sekolah seni yang mengikuti kelas tersebut tetap memakai masker mereka selama pelajaran. Menurut Kawano, para wanita mungkin lebih mudah keluar tanpa riasan dan pria dapat menyembunyikan bahwa mereka belum bercukur.











































