Kongo - Republik Demokratik Kongo menerima gelombang pertama vaksin mpox. Ini diharapkan membantu menekan wabah yang memicu keadaan darurat kesehatan masyarakat global.
Foto Health
Penampakan Vaksin Mpox Gelombang Pertama Tiba di Kongo
Republik Demokratik Kongo menerima gelombang pertama vaksin mpox pada hari Kamis (5/9/2024). Vaksin ini diharapkan oleh otoritas kesehatan akan membantu mengekang wabah yang telah mendorong PBB untuk mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat global.
Kongo adalah episentrum wabah mpox, yang telah menyebar ke negara-negara tetangga dan tempat lain, tetapi kurangnya vaksin di Afrika telah menghambat upaya untuk menghentikan penyebaran penyakit yang terkadang mematikan tersebut.
Sebuah pesawat yang membawa dosis yang diproduksi oleh Bavarian Nordic dan disumbangkan oleh Uni Eropa mendarat di ibu kota Kinshasa sekitar pukul 13:00 waktu setempat (12:00 GMT). Menteri Kesehatan Kongo, Samuel Roger Kamba Mulamba, mengatakan kepada wartawan bahwa vaksin yang baru tiba tersebut telah membuktikan kegunaannya di Amerika Serikat dan akan diluncurkan kepada orang dewasa di Kongo.
Laurent Muschel, kepala Otoritas Kesiapsiagaan dan Respons Darurat Kesehatan Uni Eropa (HERA) mengatakan, pengiriman pertama ini berjumlah 99.000 dosis dan pengiriman selanjutnya pada hari Sabtu (7/9) akan menambah totalnya menjadi 200.000 dosis. Secara keseluruhan, Eropa bertujuan untuk mengirimkan 566.000 dosis ke mana pun yang paling membutuhkan di kawasan tersebut.
Mpox biasanya menyebabkan gejala seperti flu dan lesi berisi nanah, dan dapat membunuh. Data Kementerian Kesehatan Kongo, ada 19.710 kasus dugaan mpox yang dilaporkan di Kongo dalam delapan bulan pertama tahun ini. Dari jumlah tersebut, 5.041 kasus terkonfirmasi dan 655 kasus berakibat fatal. Penyakit ini menyebar melalui kontak dekat, termasuk hubungan seksual.











































