Jakarta - Seorang pria di AS berhasil hidup berkat donor ginjal dari babi dan manusia. Ia sempat mengalami penolakan organ, hingga berhasil bertahan hidup.
Potret Pasien Penerima Donor Ginjal dari Babi dan Manusia, Begini Kondisinya
Seorang pria di New Hampshire, AS, bernama Tim Andrews (67) berhasil hidup berkat donor ginjal dari babi dan manusia. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)
Sebelumnya, ia mengidap kondisi gagal ginjal akibat diabetes. Selama sakit, Andrews menjalani cuci darah selama enam jam setiap hari untuk menggantikan fungsi ginjal. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)
Andrews sempat bergantung hidup di kursi roda selama enam bulan. Ia juga mengalami serangan jantung, yang membuatnya mulai mencari alternatif lain. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)
Sampai Andrews memutuskan untuk melakukan transplantasi ginjal dari babi, usai membaca kisah Richard Slayman. Itu merupakan pasien yang menjalani operasi di Massachusetts General Hospital, Boston. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)
Andrews pun menjadi kandidat transplantasi ginjal babi dan harus menjalani terapi fisik selama berbulan-bulan. Hal ini untuk menekan risiko penolakan organ. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)
Pada 25 Januari 2025, Andrews menjalani operasi selama 3 jam. Seminggu kemudian, ia dipulangkan dan mengonsumsi 51 jenis obat berbeda untuk meningkatkan kekebalan tubuh. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)
Sekitar beberapa bulan pascaoperasi, Andrews menunjukkan tanda-tanda penolakan terhadap ginjal yang diberi nama 'Wilma' itu. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)
"Selama 271 hari, kami berjuang dan terus berjuang. Saya tahu, mungkin seminggu sebelum mereka akan mengeluarkannya, bahwa dia (Wilma) sudah menyerah. Dia tidak mampu berjuang lagi," beber Andrews, dikutip dari Unilad. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)
Andrews kembali menjalani cuci darah, sampai akhirnya mendapatkan donor ginjal dari manusia pada 12 Januari 2026. Ia harus mengonsumsi 21 obat anti-penolakan organ, rutin memantau kadar gula, sampai kondisinya mulai membaik. (Foto: Facebook/ Mass General Brigham)











































