Palangka Raya - Kabut asap karhutla memicu lonjakan puluhan ribu kasus ISPA di Palangka Raya dan Sumsel. Rumah oksigen dan layanan medis siaga melayani pasien.
Foto Health
Dampak Kabut Asap, Puluhan Ribu Warga Terserang ISPA
Petugas kesehatan memeriksa suhu badan pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (12/10/2026). Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya menyediakan 43 titik rumah oksigen beroperasi 24 jam untuk menangani warga terdampak kabut asap karhutla. ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Anak bergejala gangguan pernapasan berkunjung untuk mendapatkan pelayanan di Puskesmas Pahandut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (12/10/2026). Dinkes Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 10.240 kasus ISPA terjadi sejak Juni hingga awal Oktober 2026 akibat kabut asap karhutla. ANTARA FOTO/Auliya Rahman
Orang tua menunggu anaknya yang sedang mendapatkan perawatan akibat penyakit ISPA di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Kasus ISPA di Sumatera Selatan pada September 2026 melonjak hingga 52.483 kasus akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pasien anak penderita ISPA mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Temuan kasus ISPA di Sumsel mengalami kenaikan sebanyak 5.463 kasus dibandingkan bulan Agustus 2026. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Suasana ruang perawatan pasien ISPA di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mencatat sebanyak 11.359 kasus ISPA terjadi pada periode 1 hingga 9 Oktober 2026. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Seorang anak penderita ISPA menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Charitas Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (9/10/2026). Kabut asap karhutla yang memburuk membuat lonjakan penderita ISPA terus bertambah di wilayah Sumatera Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































