Selasa, 23 Agu 2011 09:57 WIB

Kurangi Hobi Ngemil Biskuit Agar Rahim Sehat

- detikHealth
Stockholm - Sesekali makan biskuit tentu tak ada salahnya, terlebih menjelang lebaran pasti makanan ini akan banyak dihidangkan. Namun sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan, sebab terlalu sering ngemil biskuit bisa meningkatkan risiko kanker rahim.

Para peneliti dari Karolinska Institute di Stockholm mengungkap, gula dalam biskuit bisa memicu kanker dalam 2 cara. Pertama, gula akan merangsang produksi insulin, yang jika berlebihan bisa memicu pertumbuhan yang tidak normal pada endometrium atau dinding rahim.

Cara berikutnya adalah dengan mempengaruhi keseimbangan hormon seksual pada sistem reproduksi perempuan. Kadar gula yang berlebihan akibat ngemil biskuit bisa menyebabkan peningkatan kadar hormon esterogen, sehingga risiko kanker khususnya di rahim mengalami peningkatan.

Peningkatan risiko kanker rahim tidak terlalu besar, namun tetap tidak boleh diabaikan. Menurut penelitian tersebut, ngemil biskuit 2-3 kali sepekan sudah meningkatkan risikonya hingga 33 persen sedangkan jika lebih dari 3 kali sepekan maka risikonya naik 42 persen.

Karena hanya mengamati frekuensi ngemil dalam sepekan, para peneliti tidak mengukur berapa banyak kandungan gula dalam biskuit yang dikonsumsi. Namun berdasarkan teori, risiko kanker akan meningkat hingga 36 persen jika kandungna gulanya mencapai 35 gram atau sekitar 7 sendok teh.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Cancer Epidemology ini dilakukan antara tahun 1987-1990 terhadap 61.226 perempuan di Stockholm, Swedia. Pada pengamatan lanjutan yang dilakukan tahun 2008, ada sekitar 729 partisipan yang akhirnya terkena kanker rahim.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa gula dalam makanan tertentu bisa meningkatkan risiko kanker rahim. Namun kami perlu melihat hasil penelitian lain untuk melihat apakah hasilnya konsisten," ungkap Yinka Ebo dari Cancer Research UK yang tidak terlibat dalam penelitian itu, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (23/8/2011).



(up/ir)